Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Terharu Dengar Cerita Mahasiswa Mentawai

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni terharu mendapat kabar tentang mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Mentawai di Kota Padang, yang kini harus melakukan penggalangan dana. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Bupati Kabupaten Padangpariaman, Ali Mukhni, terharu mendapat kabar tentang mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Mentawai di Kota Padang, yang kini harus melakukan penggalangan dana. Hal itu mereka lakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya yang mulai habis.

“Saya dapat cerita dari seorang anak (orang dekat yang dianggapnya sebagai anak, Red) yang berasal dari sana. Jadi, saya terharu mendengar cerita beliau,” ujar Ali Mukhni via telepon pribadinya.

Untuk itu, Ali Mukhni ikut memberikan bantuan untuk meringankan beban para mahasiswa dari Bumi Sikerei tersebut. “Ini patut kita bantu karena adik-adik mahasiswa itu saudara kita juga. Apalagi mereka jauh dari seberang Mentawai sana,” imbuh Ketua DPW Partai Amanat Nasional Sumatera Barat tersebut.

Ali Mukhni mengungkapkan, bantuan berupa uang yang telah dikirimnya tersebut, hendaknya bisa dimanfaatkan dengan baik. Yakni untuk kebutuhan pokok. “Jumlahnya memang tidak terlalu besar. Semoga bermanfaat,” ungkapnya.

Ali Mukhni juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa Mentawai yang kini berada di Padang untuk terus mendukung imbauan pemerintah. Yakni tetap berada di rumah/kos-kosan, jauhi keramaian, serta jalani pola hidup bersih dan sehat.

“Apa yang dilakukan pemerintah saat ini terbaik untuk kita semua. Begitupun yang diputuskan Pemda Mentawai. Jadi, adik-adik di sana (Padang) perbanyak berdoa agar kita semua terbebas dari wabah ini,” sarannya.

Menyikapi itu, Ketua Forum Mahasiswa (Forma) Mentawai Provinsi Sumatera Barat, Eko Zebua mengucapkan terima kasih kepada Ali Mukhni melalui WhatsApp pribadinya, Senin (6/4) siang. Ia memastikan akan menginformasikan kepada rekan-rekannya anjuran yang telah disampaikan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni.

Sampai kini, imbuh Eko, jumlah mahasiswa Mentawai yang sudah terdata sebanyak 206 orang. Menurutnya jumlah tersebut masih akan bertambah, karena masih banyak yang belum melapor ke Forma Mentawai.

“Data ini baru di Kota Padang. Jadi, kami rasa masih sangat banyak yang belum terdata. Rekan-rekan yang belum melapor mungkin karena kondisi keuangannya masih aman hingga sekarang,” ujarnya.

Seperti diketahui, untuk mencegah terdampak pandemi covid-19 atau virus corona, Pemkab Mentawai memutuskan untuk melakukan karantina lokal selama 14 hari, yang dimulai sejak 31 Maret 2020. Sehingga, kini kapal yang bisa berlayar dari Padang ke Mentawai atau sebaliknya, tidak diizinkan lagi untuk mengangkut penumpang. Sedangkan untuk mengangkut barang, Pemkab Mentawai masih memperbolehkan.

Keputusan itu ternyata berpengaruh pada mahasiswa Mentawai yang masih berada di Padang. Mereka terancam kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, karena orangtuanya kini juga mengalami kesulitan ekonomi untuk mengirim makanan terlebih uang.

“Kalau mengharapkan kiriman dari kampung saat ini pasti sulit. Sebab keluarga kita juga hidup dari bantuan pemda karena karantina lokal,” ungkap Eko via telepon pribadinya, Kamis malam (2/4) lalu. (da.)

  • Bagikan