Terduga Pungli di Lembah Harau Ditangkap Polisi

  • Bagikan
pungli di Lembah Harau
Tiga pria yang diduga melakukan pungli di Lembah Harau, saat diangkut petugas memasuki Mapolres Limapuluh Kota untuk menjalani pemeriksaan. (Foto: Istimewa)

Limapuluh Kota | Datiak.com – Dugaan tindak pungli di Lembah Harau, tepatnya di Jorong Lubuaklimpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, dibongkar tim Polres Limapuluh Kota, kemarin. Hal itu tiga orang pria pun ditangkap terkait dugaan pungutan liar (pungli) tersebut.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso didampingi Wakapolres Kompol Russirwan dan Kasat Reskrim AKP Mulyadi mengatakan, praktik dugaan pungli di Lembah Harau tersebut diketahui pihaknya berdasarkan informasi dari masyarakat.

Anggotanya di Satreskrim Polres Limapuluh Kota kemudian melakukan penyelidikan dengan memantau situasi di gerbang masuk Lembah Harau. “Saat tim operasional Satreskrim Polres Limapuluh Kota melakukan patroli ke arah ojek wisata Lembah Harau,” ujar AKBP Trisno bersama Kompol Russirwan dan AKP Mulyadi.

BACA JUGA:  Motor Hasil Tilang dan Sitaan di Sijunjung akan Dimusnahkan

“Sesampai di gerbang masuk Lembah Harau, ditemukan praktik pungli atau premanisme. Praktik pungli tersebut diduga dilakukan oleh tiga pria, dengan cara memungut uang masuk terhadap sebuah bus pariwisata sebanyak Rp200 ribu tanpa memberikan karcis masuk objek wisata,” imbuhnya.

Terduga Pungli di Lembah Harau

Ketiga pria yang diduga melakukan praktik pungli di gerbang masuk Lembah Harau, akhirnya ditangkap tangan oleh anggota Satreskrim Polres Limapuluh Kota. Mereka teridentifikasi berinisial SBI alias BNI (56 tahun), dan LMN alias LUK (43 tahun), yang sama-sama tercatat berdomisili di Jorong Lubuaklimpato, Nagari Tarantang. Kemudian, seorang lainnya berinisial MTF alias TAF (32 tahun), yang tinggal di Jorong Tarantang, Nagari Tarantang.

BACA JUGA:  Si Manis yang Menggoda Wisatawan di Kelok Pinyaram

“Terhadap ketiga oknum warga yang melakukan dugaan pungli di gerbang masuk Lembah Harau ini, kini sudah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota, untuk proses lebih lanjut,” kata AKBP Trisno Eko Santoso bersama Kompol Russirwan dan AKP Mulyadi.

Sebelum membongkar praktik dugaan pungli di Lembah Harau tersebut, tim operasional Satreskrim Polres Limapuluh Kota pada Minggu lalu (13/6), juga menggelar Operasi Premanisme di jalan raya Sumbar-Riau. Tepatnya di Jorong Kototangah, Nagari Kotoalam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Dalam operasi tersebut, tim Satreskrim Polres Limapuluh Kota juga sempat mengamankan tiga oknum pemuda yang melakukan pengatura jalan dan diberikan uang oleh pengguna jalan.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, ketiga oknum pemuda itu tidak melakukan paksaan atau memberikan ancaman kekerasan kepada pengendara, mereka hanya meminta toleransi pengendara. Sehingga, ketiga pemuda itu, setelah didata, dipulangkan kembali.

BACA JUGA:  Zafrul Zamzami yang Buron Delapan Tahun Tertangkap

Selain menggelar Operasi Premanisme di Jalan Sumbar-Riau, anggota Satreskrim Polres Limapuluh Kota dalam Operasi Premanisme pada Minggu lalu (13/6), juga sempat membubarkan kerumunan mahasiswa di Simpang Politani Tanjungpati. Kerumunan ini dibubarkan untuk menghindari penyebaran pandemi Covid-19. (da.)


Temukan berita Limapuluh Kota hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan