Terduga Pemilik Paket Narkoba yang Ditemukan di BIM Ditangkap

  • Bagikan
Kapolsek KP3 BIM, Ipda Ade Saputra dan jajaran, bersama pihak Angkasa Pura II BIM dan pihak jasa ekspedisi memperlihatkan narkoba jenis ganja yang terdeteksi di kargo BIM. Polda Sumbar telah berhasil mengamankan terduga pemilik paket narkoba yang pengirimannya menggunakan salah satu jasa ekspedisi dari Padangpanjang pada Kamis (8/10). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Terduga pemilik paket narkoba yang ditemukan di kargo Bandara Internasional Minangkabau (BIM), berhasil diamankan Polda Sumbar. Dua orang dari terduga tersebut masih berstatus pelajar. Mereka diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar di lokasi berbeda.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan bahwa terungkapnya kasus itu berawal dari hasil rekaman CCTV. Hal itu setelah pihaknya bekerja sama dengan pihak salah satu ekspedisi di Padangpanjang.

“Pihak ekspedisi melaporkan paket tersebut dikirimkan oleh dua orang remaja laki-laki. Polda Sumbar pun langsung berkoordinasi dengan Polres Padangpanjang,” ujar Kombes Pol Stefanus.

Katanya, terduga pemilik paket narkoba jenis ganja yang pertama tertangkap yaitu MH, yang masih berstatus pelajar. Tak lama berselang, pihaknya menemukan terduga kedua yang berinisial FGD. Pria pengangguran itu diringkus di kawasan yang tak jauh dari rumah tempat penangkapan MH.

BACA JUGA:  Pemkab Padangpariaman Perkuat Protokol dan Ilmu Jurnalistik

Satake Bayu mengungkapkan, kedua pelaku merupakan pengirim dari paket yang ditemukan di kargo BIM. Saat penangkapan, dilakukan penggeledahan kembali ditemukan barang bukti dua paket ganja yang disimpan di dalam kotak dan bungkusan rokok. Tim kemudian kembali melakukan pengembangan terkait jaringan pelaku.

Hasil interogasi kedua pelaku, katanya Ditresnarkoba Polda Sumbar mendapat informasi bahwa ganja tersebut bersumber dari dua orang rekannya yang berada di Kota Bukittinggi. Mereka adalah KDC serta RS yang juga merupakan pelajar.

Satake Bayu mengatakan, dari penangkapan pelaku juga ditemukan lima paket ganja dengan berbagai ukuran disimpan di beberapa tempat. Di antaranya ditemukan di bawah ranjang, lemari dan dalam kotak speaker.

Seperti diketahui, paket berisikan ganja di BIM ini ditemukan petugas Aviation Security (AVSEC) Angkasa Pura II, Kamis (8/10). Paket berisikan ganja ditemukan saat pemeriksaan sinar x dibungkus dalam sebuah kotak kardus yang dibalut lakban. Dari label penerima, paket tersebut akan dikirim ke Jawa Barat.

BACA JUGA:  Singkarak menjadi Geopark Nasional, Baru Target Awal
Bukan Kasus Pertama

Upaya penyeludupan narkoba yang diketahui petugas AVSEC BIM bukanlah pertama kalinya. Sabtu (10/10), narkoba jenis ganja juga ditemukandalam kardus kiriman salah satu jasa ekspedisi. Hal itu disampaikan oleh Kapolsek KP3 BIM, Ipda Ade Saputra, ketika penemuan barang haram tersebut disampaikan pihak bandara kepada pihaknya.

Ipda Ade menjelaskan, narkoba jenis ganja kering itu dikemas dalam kardus. Jumlahnya sebanyak dua paket sedang yang dibungkus menggunakan plastik, lalu dibalut dengan lakban cokelat. “Seluruh barang bukti beserta berkas terkait penemuan itu sudah kita limpahkan ke Polres Padangpariaman,” ujar Ade.

Penemuan narkoba jenis ganja kering yang diseludupkan lewat jasa ekspedisi, katanya bukan yang pertama diketahui petugas AVSEC BIM. Hal itu dibenarkan oleh Ade. Dalam sepuluh hari terakhir saja, ditemukan tiga kasus serupa. Yakni Sabtu (3/10), Kamis (8/10), dan Sabtu (10/10).

BACA JUGA:  Selisih Sehari, Ada Lagi Pasangan Diduga Mesum di Pasir Jambak

“Ketiga kasus ini ditemukan dalam satu jasa ekspedisi. Seluruh kasus ini sekarang sudah dalam penyelidikan Satres Narkoba Padangpariaman,” ungkapnya.

Penemuan pada Sabtu (10/10), tambahnya, pengirimnya tercatat di paket berinisial VG dengan nomor handphone 08953950*****. Untuk alamat pengirim tidak tertera di paket tersebut. Sedangkan penerimanya berinisial ADH dengan nomor 08515692****, yang beralamat di Kota Surabaya.

“Kita akan terus memperketat pengawasan pengiriman barang di extray kargo BIM. Untuk itu, kita sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, agar kejadian serupa tidak terulang ke depannya,” pungkas Ade.

Sedangkan Kasat Narkoba Polres Padangpariaman, Iptu Edi Harto, mengatakan bahwa penemua narkoba jenis ganja di BIM tersebut sampai kini masih dalam penyelidikan pihaknya. (da.)

  • Bagikan