Tempat Wisata Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

  • Bagikan
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar didampingi Kadispar Tanahdatar saat Monev ke tempat wisata Mega Mendung. (Foto: Istimewa)

Tanahdatar | Datiak.com – Pemprov Sumbar telah memberi lampu hijau sektor pariwisata di masa normal baru. Namun, keputusan itu menuai sejumlah kendala, karena adanya tempat wisata kurang tegas menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, wisatawan abai dengan pencegahan Covid-19.

Salah satunya di pemandian Mega Mendung di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto. Untuk itu, Pemprov Sumbar mengajak Pemkab Tanahdatar melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke sana, Selasa (21/7) lalu. 

Kadisparpora Tanahdatar Abdul Hakim, membenarkan bahwa Monev dilakukan karena adanya masukan masyarakat, bahkan Badan Nasional Penanggulangan Becana. Hal itu menyangkut pengunjung Mega Mendung yang terkesan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah mengizinkan wisata dibuka di masa normal baru, sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Termasuk di pemandian Mega Mendung.

BACA JUGA:  Nol Positif Corona, Padangpariaman Tidak Otomatis Zona Hijau

Namun, setelah berjalan sejak 8 Juni lalu, pihaknya malah mendapat masukan dari masyarakat, bahkan salah satunya dari pejabat pusat.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial juga menegaskan agar pengelola wisata ketat menerapkan protokol kesehatan. Wajibkan wisatawan pakai masker, cek suhu tubuhnya saat masuk, dan selalu jaga jarak antar pengunjung.

Ia juga meminta pengelola mengatur pengunjung sesuai kapasitas lokasi. Lalu pastikan kebersihan air kolam dengan diberi klorin (chlorine), guna menekan penyebaran virus dalam air.

Sedangkan Pj. Wali Nagari Singgalang Rahmat Nofri mengatakan, pemandian Mega Mendung berada di dalam kawasan BKSDA dengan luas kurang lebih 12,5 Ha. Dalam pengelolaannya, tidak dilakukan pungutan retribusi, tetapi uang parkir saja.

BACA JUGA:  Diduga Curi Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Mentawai Dibekuk

Katanya, di kawasan itu terdapat 7 tempat wisata pemandian dan 2 rumah makan. Sedangkan jumlah pekerja di sana sebanyak 200 orang.

Ketua Asosiasi Pengelola Objek Wisata Mega Mendung Hendri mengatakan, sejak mulai beroperasi 8 Juni, pengelola berkomitmen mematuhi SOP normal baru pariwisata. Pengunjung di sana juga selalu diingatkan terkait protokol kesehatan.

Namun, Hendri mengakui upaya itu belum maksimal, lantaran belum lengkapnya sarana prasarana protokol kesehatan tersebut di sana. (da.)

  • Bagikan