Telur Itik Bayang Bisa Atasi Stunting?

  • Bagikan
Suasana rapat pembahasan untuk mengusulkan Sapi Pesisir dan Itik Bayang sebagai ikon produk unggulan Pessel. Hal itu lantaran sapi Pesisir dan telur Itik Bayang yang produktif sangat banyak diminati. (Foto: Humas)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengusung Itik Bayang sebagai ikon produk unggulannya. Sebab, telur Itik Bayang sangat diminati karena dinilai mengandung banyak kasiat. Salah satunya untuk menjaga asupan gizi.

Selain Itik Bayang, Sapi Pesisir juga diusulkan menjadi produk unggulan daerah yang dipimpin Hendrajoni. Pasalnya, Sapi Pesisir ataupun Itik Bayang, sama-sama ternak yang masuk sebagai sumber kekayaan genetik lokal Pesisir Selatan.  

Hal itu kemukakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pesisir Selatan, Efrianto, saat rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkab Pesisir Selatan, kemarin. “Nilai jual Sapi Pesisir dan Itik Bayang lebih kompetitif daripada jenis ternak lainnya,” ujar Efrianto seperti dilansir situs resmi Pemkab Pesisir Selatan.

BACA JUGA:  Positif Covid-19 di Mentawai Bertambah, Masih juga Langgar Prokes

Menurunya, telur asin Itik Bayang juga bisa membuka lapangan kerja baru, guna menumbuhkan perekonomian masyarakat. “Mengonsumsi telur asin Itik Bayang juga disinyalir bisa memberantas gizi buruk atau stunting,” hematnya.

Usulan menjadikan Sapi Pesisir dan Ttik Bayang sebagai ikon produk Pessel, mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Erizon. “Kita semua memang harus berpikir dan berupaya agar telur asin Itik Bayang bisa tembus pasaran skala besar, sehingga bisa mendongkrak perekonomian warga Pesisir Selatan,” kata Erizon.

Dalam mewujudkan itu, ia meminta dinas terkait melakukan pendekatan atau pembinaan terhadap kelompok budidaya Itik Bayang. Begitupun pembinaan terhadap peternak Sapi Pesisir. Sehingga, upaya produktivitas kedua ternak unggulan Pesisir Selatan terus meningkat.

BACA JUGA:  SIM Gratis di Padang untuk Kelahiran 1 Juli

“Kita harus rutin memberikan pembinaan dan edukasi di masyarakat, karena sebenarnya kedua ternak ini sangat berkembang pesat. Jadi, produktivitas ternak ini harus bisa meningkatkan taraf hidup peternaknya,” tukas Erizon.

Selain itu, pembinaan peting untuk memberikan wawasan kepada peternak. Salah satunya soal kesehatan hewan. Sehingga, ternak mereka terhindar dari risiko kerugian, seperti diserang penyakit menular. Hal ini lantaran ternak sapi ataupun unggas juga berisiko tertular virus. (da.)

  • Bagikan