Targetkan 25 Persen Warga Ikut Tes Swab, Pejabat Harus jadi Contoh

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan Ketua DPRD Padangpariaman Arwinsyah, saat mengikuti pengambilan sampel swab-nya untuk dites di laboratorium. (Foto: Humas)

Padangpariaman – Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman menargetkan, 25 persen warga di Ranah Saiyo Sakato bakal dites swab hingga akhir Juli 2020 ini. Hingga Sabtu (27/6), sudah 1.759 jiwa di sana mengikuti tes guna mendeteksi virus corona tersebut.

Kadinkes Padangpariaman Yutriadi Rivai mengatakan, tes terhadap warga Padangpariaman, ada yang menggunakan metode swab dan PCR rapid test. Di luar 1.759 jiwa yang sudah dites swab pihaknya, terdapat 400 orang dites oleh kelompok survei cepat KPU dan Bawaslu Padangpariaman.

“Selain itu, ada 19 orang yang sudah mengikuti tes mandiri di RSUD Padangpariaman. Sedangkan yang sudah kita tes sebanyak 1.759 orang,” kata Yutriadi, Sabtu (27/6).

Jadi, imbuhnya, sekarang total warga Padangpariaman yang sudah mengikuti tes Covid-19 sebanyak 2.178 orang. “Minggu depan kami akan ambil sampel swab untuk dites minimal 200 orang di setiap puskesmas,” ungkapnya.

Untuk memasksimalkan upaya deteksi Covid-19, pihaknya juga bakal melakukan tes swab seluruh ASN di Pemkab Padangpariaman. “Kami perkirakan, sampai akhir Juli ini minimal 25 persen warga Padangpariaman mengikuti swab/rapid test,” ucapnya.

Sasaran utama pihaknya pada tes swab ataupun rapid test nantinya, yaitu warga usia di atas 40 tahun, memiliki penyakit bawaan, berasal dari kecamatan zona merah, dan warga yang punya intesitas tinggi keluar masuk wilayah Padangpariaman.

Terpisah, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, membenarkan bahwa dirinya sudah menginstruksikan Dinkes Padangpariaman, agar mengetes swab sebanyak mungkin warga Padang Pariaman. “Ini kita lakukan agar kita bisa kembali beraktivitas seperti sebelum Covid-19 mewabah,” harap Ali Mukhni.

Untuk meyakinkan warga, Ali Mukhni bahkan meminta kepala dinas, camat, bahkan wali nagari harus memberikan di wilayahnya masing-masing.

“Saya pribadi dan keluarga juga sudah melakukan tes swab beberapa hari lalu. Alhamdulillah hasilnya negatif,” pungkas bupati yang penggagas Padangpariaman Sehat yang menjadi contoh bagi program PIS-PK milik Kemenkes Ri tersebut. (da.)

  • Bagikan