Tak Peduli PSBB, Pelajar Tetap Pesta Kelulusan Sampai Malam

  • Bagikan
Dua dari beberapa pelajar yang diamankan saat sudah di dalam dam truk patroli SatpolPP Pariaman. (Foto: MC Kominfo Pariaman)

Pariaman – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat sejak Selasa lalu (22/4). Cara itu dipercaya dapat mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah. Terlebih kegiatan yang tidak bermanfaat alias berkeluyuran.

PSBB itu juga terkait erat untuk menjaga keamanan pelajar. Sebab pemerintah memutuskan agar pelaksanaan pendidikan dipindahkan ke rumah sampai saat ini. Namun upaya itu tidak selalu berjalan mulus. Pelanggaran juga terus terjadi. Sehingga, apa yang diharapkan pemerintah sulit tercapai hingga saat ini.

Contohnya di Kota Pariaman, sejumlah pelajar SMA/SMK sederajat diamankan tim razia gabungan SatpolPP, Satlantas, Kodim 0308 Pariaman, dan BPBD Kota Pariaman, di Pantai Kata Pariaman, Sabtu malam (2/5). Pasalnya, mereka tampak konvoi bermotor dengan seragam yang telah tercoret cat.

BACA JUGA:  Tips Sukses Pendaftaran PPDB SMA di Sumbar 2021 Hari Ini

Ternyata, para pelajar itu sedang merayakan kelulusannya. Seperti diketahui, dalam Peraturan Sekjen Kemendikbud Nomor 5 Tahun 2020, kelulusan SMA/SMALB/SMK/Paket C ataupun sederajat, ditetapkan tanggal 2 Mei 2020. Pemerintah mengumumkan hasilnya secara online.

“Benar, petugas menemukan mereka (pelajar) ketika sedang konvoi menggunakan kendaraan roda dua (motor). Jadi, petugas kami beserta Satlantas Polres Pariaman dan Kodim 0308 Pariaman yang ada di lokasi, langsung menghentikan mereka,” ujar Kepala SatpolPP Pariaman, Elfis Candra.

Setelah ditelusuri, lanjut Elfis, para pelajar tersebut ternyata bukan berasal dari SMA sederajat yang ada di Kota Pariaman. Namun dari luar Kota Tabuik tersebut.
“Kami minta para pelajar tetap berada di rumah. Tidak usah merayakan kelulusan dan membuat acara perkumpulan,” pintanya.

BACA JUGA:  Peti Jenazah Siapa yang Dibuang di Tepi Jalan?

Selain di Kota Pariaman, penertiban pelajar juga terjadi di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (2/5) tersebut. Pelajar itu pun diamankan di Polsek IV Koto Aur Malintang. Mereka diberikan pembinaan sebelum diserahkan kepada orangtuanya.

Untuk itu, kepada orangtua para pelajar tersebut, Kapolsek IV Koto Aur Malintang, Iptu Irwan berharap, agar lebih ketat dalam menjaga anak-anaknya. Terlebih sekarang dalam kondisi pandemi covid-19.

“Seharusnya saat kondisi sekarang kita banyak berdoa. Bersyukur kepada Allah SWT jika atas kelulusan yang diberikan. Bukannya berkeliaran,” tegas Iptu Irwan kepada pelajar tersebut.

Kejadian serupa juga ditemukan di Kota Solok. Sebanyak 22 orang pelajar ditertibkan Polres Solok malam hari, karena berkeluyuran menggunakan sepeda motor, dan seragamnya sudah dalam kondisi tercoret cat.

BACA JUGA:  Nilai Dugaan Korupsi Lahan Tol Padangpariaman Fantastis

“Pelajar yang diamankan petugas tersebut, 6 orang di antaranya perempuan. Lalu 16 orang lainnya laki-laki,” ujar Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi.

Ke-22 pelajar tersebut diangkut petugas ke Mapolres Solok. Di sana mereka diberi arahan. Untuk bisa kembali pulang, mereka harus dijemput orangrua masing-masing. (da.)

  • Bagikan