Tahu Putrinya Hamil, T Melarikan Diri dari Rumahnya

  • Bagikan
Tersangka T (kiri) saat diinterogasi oleh petugas, terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan T terhadap anak kandungnya. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman – Biadab betul perbuatan T. Pria 41 tahun itu tega berbuat tak senonoh (mencabuli) anak kandungnya. Remaja berusia 16 tahun tersebut kini harus menanggung malu, karena telah mengandung 6 bulan akibat perbuatan ayahnya itu.

Perbuatan melanggar hukum yang dilakukan T, langsung diselidiki Satreskrim Polres Padangpariaman, setelah masuknya Laporan Polisi Nomor: LP/70/V/2020/Polres tanggal 27 Mei 2020. Dari bukti permulaan, diduga kuat T memang melakukan persetubuhan dengan anaknya tersebut.

Sehingga, polisi langsung memburu T di kediamannya di Korong Toboh Baru, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang. Hanya saja, pria yang kesehariannya bertani itu berupaya bersembuyi dengan cara lari ke luar daerah.

Namun, langkah mengelak T berhasil dihentikan Tim Gagak Hitam yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Padangpariaman, Iptu Abdul Kadir Jailani, pada Jumat (12/6). Tepatnya ketika T berada di Nagari Sicincin, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat meringkus T, Abdul didampingi beberapa orang anggota Tim Gagak Hitam. Di antaranya Aipda Hendri Haryono, Aipda Meriyanto, Bripka Akbar, Briptu R. Hendika Saputra, dan Bripda Govin Kurniawan Permana. Sehingga, T tidak bisa kabur ketika penangkapan.

“Saat ditangkap personel Tim Gagak Hitam, tersangka berniat hendak pergi ke Payakumbuh, tempat saudaranya,” ujar Abdul.

Setelah diamankan, petuga langsung mengangkut T ke Mapolres Padangpariaman. Saat diinterogasi, T mengungkapkan mula ia menyetubuhi anak kandungnya itu. “Tersangka mengaku melakukan (pencabulan, Red) itu sejak November 2019,” ungkap Abdul.

Sejak awal kejadian itu, imbuh Abdul, T ketagihan untuk kembali mengulahi putrinya. Dari pengakuannya, perbuatan haram tersebut dilakukannya sampai lima kali. “Sekarang korban diketahui dalam kondisi hamil 6 bulan,” ungkap Abdul lagi.

Bukti dan Sanksi

Selama penyelidikan kasus T, terdapat tiga barang bukti yang diamankan Polres Padangpariaman. Yakni sehelai baju kaos lengan pendek warna krem, sehelai celana pendek hitam, dan sehelai celana dalam putih. Seluruh barang bukti itu digunakan korban saat dicabuli oleh T.

Kini, kasus T dalam proses hukum lebih lanjut di Polres Padangpariaman. Jika terbukti bersalah melalui putusan hukum (pengadilan), ia bisa dikenai hukuman yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara 15 tahun. (da.)

  • Bagikan