TA Sembuh, Malah Ibunya yang Positif Corona

  • Bagikan
Petugas medis saat mengambil sampel swab keempat TA di pekarangan lepas di dekat jalan masuk menuju rumah TA. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman – Malang benar nasib keluarga TA, salah seorang warga Korong Tangah Padang, Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang. TA dinyatakan terbebas dari covid-19 (virus corona baru), setelah hasil tes swab ketiga dan keempatnya negatif.

Namun, sekarang malah ibu TA yang dinyatakan positif virus asal Wuhan, Hubai, Tiongkok tersebut. Bahkan, wanita 45 tahun berinisial DM itu, tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai mengatakan, DM dinyatakan positif covid-19 berdasarkan tes swab yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas.

Katanya, hasil swab itu dikabarkan keluar Senin (27/4). Hanya saja, pihaknya baru mendapat informasi resmi pada Selasa pagi (28/4). ”Kemungkinannya bisa begitu (DM tertular oleh TA, Red),” hematnya.

Sama seperti TA, Yutiardi mengatakan bahwa DM juga masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun hanya sebentar diisolasi di rumah, pihaknya memutuskan untuk mengisolasi DM ke Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

”Ia akan dikarantina di Padang Besi hingga 14 hari ke depan. Kalau TA dan neneknya tetap dikarantina di rumah dengan memberlakukan physical distancing, pemberian gizi cukup, serta pentemprotan disinfektan,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun Datiak.com, ibu dan nenek TA menjalani tes swab bersamaan dengan tes swab kedua TA pada Jumat (10/4). Pada tes swab kedua tersebut, TA masih dinyatakan positif, Selasa (14/4). Sedangkan hasil tes swab ibu dan neneknya belum keluar saat itu.

Setelah tidak ada kabar hampir dua minggu, Senin (27/4), foto TA yang diduga sedang menjalani tes swab keempat di pekarangan dekat rumahnya pun beredar. Dalam keterangan foto itu, dikabarkan TA sudah negatif sejak tes swab ketiga.

”Semoga tes swab keempat juga negatif,” harap salah seorang anggota grup tersebut diamini anggota grup lainnya.

Doa itupun terkabul. Selasa (28/4), TA secara resmi dinyatakan negatif covid-19 oleh Kadinkes Padangpariaman, Yutiardi Rivai. Namun, TA tetap menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu di rumah bersama neneknya.

Sayangnya, kabar tidak menyenangkan datang dari hasil tes swab ibu TA. Sebab diwaktu bersamaan Yutiardi juga mengatakan bahwa ibu TA positif covid-19.

Seperti diketahui, TA adalah pasien positif covid-19 pertama di Padangpariaman. Pelajar SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang itu, diduga terpapar covid-19 saat menjalani praktek lapangan di Kota Bukittinggi.

Setelah hasil swab pertamanya keluar pada Selasa (31/3), TA diputuskan menjalani isolasi mandiri di rumah saja. Di dalam rumah tersebut, remaja 18 tahun itu ditemani ibu dan neneknya.

Keputusan itu diambil lantaran Yutiardi bersama Camat Sintuk Toboh Gadang, Asyari dan Wali Nagari Toboh Gadang Timur, Roni Saputra, yakin TA tidak akan berinteraksi langsung dengan ibu dan neneknya itu. Sebab, mereka rutin mengontrol TA via video call aplikasi WhatsApp.

Bahkan saat jumpa pers di Kantor Camat Sintuk Toboh Gadang, Asyari mengungkapkan kepada awak media bahwa ia pernah menguji ibu TA. Caranya dengan menghubungi ibu TA, lalu memintanya memberikan handphone kepada TA. Namun, ia mengaku malah dimarahi oleh ibu TA tersebut.

”Bu, saya ingin bicara dengan TA. Bagaimana bapak ini, tapi saya tidak diperbolehkan berdekatan dengan TA, harus jaga jarak. Sekarang bapak ingin bicara dengan TA, bapak minta pula saya memberikan HP sama TA,” ujar Asyari mengulang perkataan DM dalam jumpa pers yang digelar pada Jumat (4/3) tersebut. (da.)

  • Bagikan