Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Sungai Mangkirai “Lockdown” Bukan Ulah Corona

  • Bagikan
Jorong Sungai Mangkirai lockdown pasca putusnya jembatan utama di sana setelah dilalui truk pengangkut sekam. (Foto: Istimewa)

Laimapuluh Kota | Datiak.com – Jorong Sungai Mangkirai, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh terancam lockdown. Permasalahannya bukan karena pandemi Covid-19 atau virus corona yang kini menghantui Sumatera Barat. Namun, setelah seorang sopir truk pengangkut sekam nekat melintasi jembatan berlantai kayu yang lapuk di sana.

Akibatnya, salah satu roda truk terpuruk di jembatan tersebut. Lantaran tak dapat lagi dikendalikannya, truk Mitsubishi Colt Diesel itu harus terjun ke dalam sungai tersebut. Beruntung, kejadian itu tidak memakan korban jiwa. Sebab sopir truk dan dua rekannya berhasil membebaskan diri dari.

”Kejadian ini sekitar pukul 12 malam tadi. Truk ini melintas dengan muatan sekam,” ujar Rizal, salah seorang warga yang berada di tempat kejadian, Jumat (3/4) siang.

BACA JUGA:  Lulus Seleksi, CPNS Padangpariaman Diminta Tulus Melayani Masyarakat

Ia menceritakan, kondisi jembatan itu memang sudah lapuk, sehingga tidak bisa menahan beban berat. ”Jembatan ini sudah seharusnya diperbaiki. Sebab banyak kayunya yang sudah lapuk,” ujar Rizal.

Setahunya, pemerintah nagari sudah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut ke Pemkab Limapuluh Kota. ”Saya tidak tahu usulan nagari diterima atau tidak. Namun yang jelas belum ada nampak gambaran jembatan ini akan diperbaiki,” hematnya.

Padahal, imbuhnya, jembatan itu satu-satunya akses warga  di sana. Artinya, warga kini kesulitan karena jembatan itu tidak bisa lagi dipakai. ”Kami berharap pemerintah daerah bisa memperbaiki jembatan ini. Bahkan kami menghendaki jembatan ini dibangun permanen,” ujar pria 40 tahunan itu.

Harapan serupa juga disampaikan Wali Jorong Sungai Mangkirai, Gusri Efendi. Katanya, sudah sangat banyak warga yang terjatuh karena kerusakan jembatan tersebut. ”Warga pasti sangat hati-hati setiap kali melintasi jembatan ini. Sebab kondisinya sudah berbahaya. Kalau sudah rusak begini, warga kita bisa dibilang lockdown karena tak dapat keluar dari kampung,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dugaan Korupsi Infak Masjid Raya Sumbar, Kerugian Rp 1,7 M Lebih

Ia juga membenarkan bahwa jembatan itu menjadi akses tunggal warga di sana. Tak heran, apabila masyarakat sangat berharap jembatan tersebut cepat dibangun kembali oleh Pemkab Limapuluh Kota. ”Sekarang warga tidak bisa lagi menggunakan kendaraan untuk melintasi jembatan ini,”pungkasnya. (da.)

  • Bagikan