Iklan Melayang
Iklan Melayang

Sungai Ibur, Korong “Terbelakang” yang Kaya Usaha Kerakyatan

  • Bagikan
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat memberikan sambutan dalam kegiatan safari Ramadan di Surau Ampang, Korong Sungai Ibur 1, Nagari Sungai Sariak.
Foto: Hasnul Uncu/Datiak.com
banner 468x60

Safari Ramadan Pemkab Padangpariaman dimulai, Senin malam (19/4). Tim 1 Safari Ramadan (SR) yang dipimpin langsung Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, mengunjungi Surau Ampang di Korong Sungai Ibur 1, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto. Seperti apa perjalananya?

Senin (19/4) jelang berbuka puasa, Pandopo Bupati Padangpariaman sudah ramai. Ternyata, rombongan Tim Safari Ramadan Padangpariaman yang berkumpul di sana. Sebab, sebelum berangkat safari Ramadan ke surau/masjid, mereka berbuka puasa bersama terlebih dahulu. Hal ini memang sudah menjadi rutinitas pembukaan safari Ramadan setiap tahunnya.

banner 336x280

Di sana tampak bupati dan wakil bupati, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pimpinan dan anggota DPRD Padangpariaman. Selain itu juga instansi vertikal dan mitra pemerintahan lainnya. Di antaranya dari Kemenag, Polres, Kodim, Kejaksaan, KPU, dan awak media.

Data yang dihimpun Datiak.com, romobongan safari tersebut dibagi menjadi 34 tim. Masing-masing tim akan melakukan safari selama 3 hari. Nantinya, mereka mengunjungi 1 masjid/surau per harinya. Dalam kegiatan itu, Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, yang memimpin Tim 1, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Kabag Protokol dan Dokumentasi Pimpinan, Direktur Perusahaan Air Minum Daerah, serta Kepala Kantor Kemenag Padangpariaman. Lalu dua anggota DPRD, yaitu Syafruddin dan Alfa Edison.

Menuju Sungai Ibur

Pukul 08.00, rombongan tim 1 itu bertolak menuju Surau Ampang di Korong Sungai Ibur 1, Nagari Sungai Sariak. Jaraknya dari Pandopo Bupati Padangpariaman ke sana, sebenarnya tidak terlalu jauh. Hanya saja, memasuki jalan menuju Korong Sungai Ibur 1, laju kendaraan tim melambat drastis.

Selain karena jalannya yang cukup kecil, infrastruktur akses di sana juga berbatu dan “bergelombang-gelombang”. Pasalnya, kondisi aspalnya sudah banyak yang rusak. Sehingga, rombongan baru sampai sekitar pukul 09.00 di Surau Ampang tersebut.

Selama perjalanan, sejumlah anggota rombo safari yang semobil dengan Padang Ekspres, sempat memprediksi bakal ada pembahasan soal kondisi jalan nantinya di Surau Ampang. Benar saja, pembenahan infratruktur jalan di sana, disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat bernama Mansurdin, 38, saat memberikan sambutannya.

Mansurdin menjelaskan, kondisi jalan yang buruk di sana sudah sangat lama. Seperngatahuannya sudah lebih dari 10 tahun. Jadi, ia berharap Pemkab Padangpariaman dapat memperbaikinya tahun depan. “Perbaikan jalan ini salah satu harapan besar kami kepada bapak bupati. Mohon diakomodir pak,” ujar Mansurdin yang dianggukkan seluruh jemaah di Surau Ampang tersebut.

Respon Bupati

Suhatri Bur langsung merespon aspirasi tersebut ketika menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan, kedatangan tim safari ke suatu kawasan di Padangpariaman, memang tidak semata-mata hanya untuk menyalurkan bantuan ke surau/masjid, lalu diakhiri dengan sholat tarawih.

Safari Ramadan Padangpariaman
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur secara simbolis menyerahkan bantuan untuk Surau Ampang, Korong Sungai Ibur 1, Nagari Sungai Sariak. (Foto: Hasnul Uncu/Datiak.com)

Namun, lanjutnya, kegiatan safari itu momentum menghimpun aspirasi dari masyarakat. Makanya, setiap rombongan diisi oleh unsur eksekutif dan legislatif di Pemkab Padangpariaman. “Dalam rombongan kita sekarang, ada dua anggota DPRD Padangpariaman,” ujar Suhatri Bur sembari mempersilahkan Syafruddin dan Alfa Edison berdiri.

Apabila aspirasi perbaikan jalan di Sungai Ibur 1 juga diusulkan melalui anggota DPRD Padangpariaman, Suhatri Bur memastikan eksekutif bakal mengakomodirnya dalam APBD Padangpariaman tahun 2022 mendatang. “Kalau tahun ini, Aciak (sapaan Suhatri Bur, Red) jujur belum bisa mengakomodir segala aspirasi, karena sekarang Aciak hanya menjalankan program atau kegiatan yang sudah disusun kepala daerah sebelumnya,” ungkap Suhatri Bur.

Suhatri Bur mengakui bahwa kondisi jalan di Sungai Ibur 1 memang sudah harus diperbaiki. Sebab, dulu ia sudah menjajaki kondisi akses di sana, yang tembus ke Korong Gantiang, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enamlingkung.

“Sudah ada di sini yang mencoba jalan ke Gantiang? Aciak sudah coba. Memang sepantasnya untuk diperbaiki, karena bisa memperlancar akses daerah ini ke Ibu Kota Kabupaten (IKK) Padangpariaman,” ujar Suhatri Bur.

Potensi Ekonomi yang Besar

Korong Sungai Ibur I memang terbelakang soal infrastruktur jalan. Namun, menyangkut potensi perekonomian cukup besar. Hal itu disampaikan oleh Wali Korong Sungai Ibur 1, Burdian Mike Putra. Katanya, Sungai Ibur tidak saja dikenal kaya sumber daya alamnya, tetapi juga usaha kemasyarakatan. Salah satunya jadi pusat pembibitan cabe di Padangpariaman.

Lalu, imbuhnya, di sana banyak dikembangkan budidaya ikan Gurami. “Budidaya ikan terbesar di Padangpariaman itu, ya di sini. Nomor dua baru di Nagari Lubukpandan, Kecamatan 2×11 Enamlingkung,” ucap Burdian mendapat anggukkan Kabag Protokol dan Dokumentasi Pimpinan Pemkab Padangpariaman, Anton Wira Tanjung, yang juga putra asli Nagari Sungai Sariak.

Menurutnya, apabila jalan Sungai Ibur ke nagari-nagari dekat IKK Padangpariaman terbenahi, sudah tentu bisa memaksimalkan geliat usaha masyarakat di sana. Misalnya akses menuju Nagari Pakandangan dan Toboh Ketek di Kecamatan Enamlingkung, lalu menuju Gantiang, Nagari Sungai Asam. Termasuk ke Limpato Sungai Sariak.

“Kerusakan jalan di sini sekitar 5 kilometer. Jika dibenahi, ini bisa menjadi jalan alternatif yang memperdekat VII Koto Sungai Sariak dengan sejumlah kecamatan tetangga lainnya,” hemat Mike –sapaan Burdian Mike Putra.

Untuk itu, ia sangat berharap aspirasi masyarakat kali ini terakomodir di tahun depan. Terlebih sudah disampaikan langsung kepada Bupati Padangpariaman dan anggota DPRD dari daerah pemilihan tersebut. “Kalau jalan sudah bagus, Korong Sungai Ibur tidak akan menyandang status terbelakang lagi,” ucapnya.

Pengakuan Sungai Ibur sebagai korong terbelang oleh Mike, tampaknya sangat berlandasan. Sebab, bukan hanya infratruktur jalan yang tidak memadai di sana, tetapi juga layanan telekomunikasi, yakni sulitnya signal handphone.

“Di sini untuk menelpon saja sering putus-putus karena signal-nya lemah. Apalagi untuk internetan, tidak bisa sama sekali. Makanya, orang yang tinggal di sini sulit dihubungi,” tukas Mike. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan