Sumur Bor Keluarkan Gas dan Api Diklaim Biasa

  • Bagikan
Sumur bor di Kampung Ampalu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan yang mengeluarkan gas dan api. (Foto diambil dari video postingan Facebook Novermal Yuska)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Warga yang bermukim di sekitar sumur bor mengeluarkan gas dan api di Kampung Ampalu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, diminta tidak cemas. Pasalnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar menegaskan peristiwa tersebut merupakan fenomena biasa dan tidak akan berlangsung lama.

“Semburan air disertai gas sebagaimana terjadi di Kampung Ampalu Pessel sejak Minggu (23/8) lalu itu merupakan hal biasa yang sering terjadi baik di Sumbar maupun beberapa daerah lainnya. Dan semburan ini disebut dengan fenomena geologi artesis,” kata Kasi Pengusahaan Air Tanah Dinas ESDM Sumbar, Dian Hadiansyah, dihubungi kemarin (25/8). 

Untuk itu fenomena itu tidak perlu ditakutkan oleh masyarakat. Kondisi itu biasanya juga tidak akan berlangsung lama dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu atau dua pekan ke depan. “Dari itu kepada masyarakat perlu saya sampaikan tidak perlu takut dan cemas dengan kejadian itu,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah melakukan pemasangan garis polisi di lokasi itu. “Pemasangan garis batas oleh pihak kepolisian pada titik semburan dengan minimal jarak 5 meter itu merupakan tindakan tepat. Sebab dengan garis batas itu, masyarakat tidak akan terlalu dekat dengan pusat semburan air yang bercampur gas tersebut,” tuturnya.

Katanya, semburan gas dan api itu berkemungkinan muncul akibat pengeboran sumur menyentuh kantong-kantong gas yang ada di bawah permukaan tanah. Tanah tempat penggalian sumur juga merupakan rawa dan berada pada daerah patahan.

Berdasar kondisi itu, sehingga memiliki potensi gas tapi tidak dalam jumlah besar. Semburan ini kemungkinan juga merupakan air artesis. Air artesis tersebut semburannya akan tetap muncul walau tanpa pompa.

“Dan ini bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat seperti di Nagari Cubadak Pasaman. Semburan itu masih tetap mengalir walau sudah bertahun-tahun lamanya,” jelas Dian.

Ia kembali mengingatkan masyarakat tidak perlu takut, karena gas dari sumur bor tersebut hanya bersifat swa bakar dan tidak beracun. (da.)

  • Bagikan