Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Sumbar Siaga Darurat Bencana hingga 31 Desember 2021

  • Bagikan
Sumbar Siaga Darurat Bencana hingga 31 Desember 2021
Ilustrasi banjir dan longsor. (Gambar: Tim Datiak.com)

Padang | Datiak.com – Sumbar siaga darurat bencana hingga akhir Desember 2021. Status siaga bencana itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar Nomor: 360/51/BPBD/2021, tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, dan Tanah Longsor di Wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Surat keputusan itu ditandatangani Gubernur Sumbar Kamis (7/10) di Padang. SK tersebut dikeluarkan berdasarkan prakiraan potensi banjir dan gerakan tanah yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 10 Agustus 2021 lalu.

Dengan begitu, status Sumbar siaga darurat bencana, berlangsung sejak 15 September hingga 31 Desember 2021. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, penetapan status Sumbar siaga darurat bencana dilakukan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam.

Setelah penetapan status tersebut, kepala daerah di Sumbar diminta untuk memetakan seluruh daerah rawan bencana. Selain itu, menggencarkan sosialisasi melalui mitigasi dan pencegahan. “Kepala daerah juga perlu melakukan koordinasi lintas sektor dan harus menyiapkan tempat evakuasi sebagai antisipasi terjadinya bencana,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ruang UGD RSUD Tuapejat Direkomendasikan untuk Tidak Dipakai

Selain itu, pihaknya juga meminta untuk pengaktifkan pos-pos kebencanaan yang ada di kawasan yang rawan bencana. Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman menyampaikan, terkait cuaca ekstrem ini pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan siaga bencana.

“Mengingat Sumbar ini sangat rawan bencana, kita mengimbau masyarakat lebih waspada. Terutama di daerah rawan bencana, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor,” kata Erman Rahman.

Ia menambahkan, penetapan status Sumbar siaga darurat bencana dilakukan berdasarkan pertimbangan prakiraan cuaca di Sumbar. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berupa hujan ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir Desember 2021 mendatang. Maka seiring itu pula potensi kerawanan bencana di Sumbar harus diantisipasi.

BACA JUGA:  Empat Warga Solok Selatan Ditangkap Polda Sumbar
BMKG juga menyatakan Sumbar siaga darurat bencana, karena ada potensi banjir dan longsor. “Untuk kesiapsiagaan bencana, maka kita tetapkan status darurat,” ujarnya.

Apalagi, beberapa waktu lalu, sejumlah bencana terjadi di beberapa daerah di Sumbar, seperti banjir di beberapa kabupaten kota di Sumbar yakni di Padang, Pesisir Selatan, Solok dan lainnya. Bahkan longsor di Kabupaten Padangpariaman mengakibatkan korban meninggal dunia hingga delapan orang dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Jadi status Sumbar siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor ini berlangsung selama 107 hari. Sebab penetapannya sejak tanggal 15 September,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah ditetapkan oleh pemerintah provinsi dan tentunya kabupaten kota harus menindak anjutinya dengan cepat. Dan mempersiapkan segala kebutuhan. “Seluruh inventaris peralatan kebencanaan juga harus dipastikan dalam keadaan berfungsi dengan baik” pungkasnya.

BACA JUGA:  Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Penanganan Covid-19 di Sumbar

Kemudian, Erman juga mengajak semua BPBD kabupaten dan kota agar berupaya meningkatkan siaga segala kemungkinan. Termasuk mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana, seperti pinggiran sungai, bibir pantai, lereng bukit, dan lainnya agar tetap waspada dan siaga bencana. “Karena daerah-daerah yang rawan itu sangat kita khawatirkan dan menjadi atensi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Pasaman Ricky Riswandi mengatakan, Kabupaten Pasaman termasuk salah satu daerah yang rawan bencana seperti banjir, longsor dan banjir bandang. Hal itu disebabkan karena lebih dari 50 persen wilayah Pasaman merupakan daerah pebukitan.

“Untuk itu personel kita terus proaktif di tengah masyarakat melakukan edukasi dan memperkuat mitigasi bencana,” ujarnya.

Pihaknya juga akan siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, apalagi saat ini Sumbar sudah ditetapkan siaga darurat bencana. (da.)


Temukan berita Padang hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan