Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Sumbar Rawan Abrasi Pantai, Pemprov Diminta Buat Perda

  • Bagikan
Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meninjau seawall di kawasan Pantai Muaro Lasak dan Masjid Al Hakim, Pantai Padang, kemarin (15/4). Doni meminta Pemprov Sumbar membuat Perda tentang Antisipasi dan Penjagaan Ekosistem Pantai dan Laut, karena Sumbar rawan abrasi pantai.
Foto: Istimewa

Padang | Datiak.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta Pemprov Sumbar segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Antisipasi dan Penjagaan Ekosistem Pantai dan Laut. Hal itu untuk meminimalisir dan mencegah bencana. Terlebih, Sumbar rawan abrasi pantai.

“Kawasan pesisir di Sumbar rawan abrasi pantai. Hampir setiap tahunnya hal ini terjadi. Maka, Pemprov Sumbar mestinya segera menyusun perda yang bisa membangun ekosistem pantai secara berkelanjutan,” kata Doni Monardo saat meninjau seawall atau batu penahan di kawasan Tugu Merpati Perdamaian dan kawasan Masjid Al Hakim Pantai Padang, kemarin (15/4).

Perlunya penyusunan dan pembuatan perda tersebut, karena untuk mencegah dan mengantisipasi bencana abrasi tidak cukup dengan membangun seawall atau penahan saja. Tapi, perlu pembangunan dan penjagaan lanjutan.

“Saya dulu sekolah di Padang. Waktu saya SMP dan SMA, Pantai Padang ini memiliki pantai yang lebar dan luas sekitar puluhan meter. Tapi, sekarang sudah hilang. Dulu juga pernah dipasang batu krib, namun setelah 30 tahun hilang. Maka dari itu perlu, langkah-langkah lanjutan terhadap ekosistem pantai ini,” katanya.

BACA JUGA:  Libatkan Pemuda Memutus Penyebaran Covid-19

Doni menyebutkan, perlu langkah-langkah lebih lanjut untuk menjaga agar pembangunan yang telah diselesaikan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Salah satu rencananya adalah penanaman vegetasi yang memiliki kekuatan yang baik di seluruh pantai barat Sumbar.

Ia menambahkan, jenis vegetasi tanaman yang dirasa paling tepat saat ini adalah jenis tanaman pinago atau nyamplung, waru, ketapang, cemara udang, beringin, dan tanaman vegetasi lainnya yang mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama.

“Nah penanaman tanaman vegetasi ini jika bisa dikembangkan secara bertahap dan berlanjut, maka hal itu bisa menyelamatkan kehidupan generasi yang akan datang. 30 sampai 50 tahun yang akan datang semua pesisir di Sumbar akan terlindungi dari abrasi,” ungkapnya.

Jika nantinya pembangunan seawall dan penanaman tanaman vegetasi tersebut dilakukan, maka butuh partisipasi dan perhatian dari seluruh pihak termasuk pemerintah pusat daerah dan masyarakat di sekitar. Hal itu dibutuhkan karena pelestarian daerah pesisir butuh waktu yang sangat panjang.

BACA JUGA:  Jangan Ragu Laporkan Pelanggaran Pemilu

“Kalau seawall dibangun dan tanaman-tanaman ditanam di pesisir tapi setelah itu dibiarkan, maka hal tersebut nantinya tidak ada gunanya. Maka dari itu perlu peran serta berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan kawasan pesisir pantai barat Sumbar,” tutur Doni.

Lebih lanjut Doni menyampaikan, untuk saat ini langkah dan upaya yang telah dilakukan untuk meminimalisir dampak abrasi di sepanjang pantai adalah dengan pembangunan seawall di tiga titik dengan anggaran sebesar Rp 19 miliar lebih.

“Diharapkan dengan telah selesainya pembangunan seawall tersebut, kawasan Pantai Padang bisa terhindar dari bencana abrasi. Ke depan kami akan bahas dengan pemerintah daerah terkait upaya lanjutan yang akan dilakukan untuk menjaga ekosistem pantai dan laut,” tukasnya.

Penjelasan Gubernur

Terpisah, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, seawall atau penahan ombak telah selesai dibangun di Kota Padang di 3 titik diantaranya kawasan masjid Al Hakim Pantai Padang, kawasan pantai Muaro Lasak Tugu Merpati Perdamaian, dan di Pantai Pasirjambak.

BACA JUGA:  Pria asal Payakumbuh Bersama Wanita Ditangkap di Pasaman

Sengan adanya 3 seawall tersebut, telah menyelamatkan dan meminimalisir dampak bencana abrasi yang menghilangkan kawasan pesisir pantai di Kota Padang. “Nah dengan keberhasilan ini, kami payakan mendorong Kabupaten dan Kota lainnya di Sumbar khususnya yang memiliki pesisir pantai untuk menanam tanaman vegetasi,” kata Mahyeldi.

Selain itu, dalam realisasi penanaman tanaman vegetasi di kabupaten/kota tersebut, diharapkan dukungan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah (Pemda) agar kawasan pantai Sumbar bisa terhindar dari bencana abrasi.

“Sudah terbukti ketika di pantai itu ada tanaman-tanaman vegetasi tersebut, hal itu akan mengurangi reduksi atau tekanan dari abrasi atau bencana tsunami nantinya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menjaga vegetasi yang telah dilakukan di sejumlah pantai di Sumbar, Mahyeldi menyebutkan, pihaknya nanti akan mencoba membuat regulasi maupun dalam bentuk perda dalam upaya pengendalian dan pelestarian ekosistem pantai dan laut di Sumbar. (da.)

  • Bagikan