Sumbar Dilanda Banjir dan Longsor hingga Akhir Pekan

  • Bagikan
Salah satu daerah di Sumbar dilanda banjir tampak merendam sawah hingga rumah warganya. (Foto: Dok BPBD)

Sijunjung | Datiak.com – Banyak daerah di Sumbar dilanda banjir dan longsor akhir pekan ini. Hal itu karena hujan lebat yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir di sebagai besar daerah di Ranah Minang tersebut. Ratusan rumah serta puluhan hektar sawah warga pun terendam. Belum lagi, banyak jalan hingga jembatan yang putus.

Salah satu daerah Sumbar dilanda banjir parah yaitu Kabupaten Sijunjung. Pasalnya, hujan lebat di sana membuat Batang Sumpu meluap, Minggu (6/9). Sebanyak empat nagari pun tercatat terendam air. Yakni Nagari Silantai, Unggan, Tamparungo dan Manganti.

Kapolsek Sumpur Kudus Iptu Guzirwan mengatakan, rentetan bencana alam di kawasan Sumpur Kudus juga terjadi di berbagai tempat. Pada Sabtu (4/9) sekitar pukul 04.00 WIB, mendadak debit air Batang Seriau juga meluap. Dampaknya Jorong Simaru dan Kotolamo Utara, Nagari tamparungo terendam.

“Semua nagari terdampak banjir, pohon tumbang dan longsor, seluruhnya mencapai empat nagari. Pasca-bencana tim gabungan Polisi, TNI, BPBD dan masyarakat bergerak melakukan tindakan,” imbuh Guzirwan.

Beruntung, peristiwa itu dilaporkan tidak ada korban jiwa. Kerugian materi ditaksir mencapai ratusan kita. Sebagai bentuk kepedulian pihak Polres Sijunjung telah menyalurkan bantuan logistik, sembako, bahan makanan pada warga masyarakat.

Pasaman Barat

Daerah lainnya di Sumbar dilanda banjir yaitu Kabupaten Pasaman Barat. Daerah yang kini dipimpin Yulianto ini, sebelumnya juga dilanda banjir dan longsor. Kali ini, musibah tersebut memutus satu jembatan gantung penyeberangan di sana, karena luapan sungai. Yakni di Jorong Lombok, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Untungnya tidak ada korban jiwa. Namun ratusan kepala keluarga yang memanfaatkan sarana jembatan ini setiap hari kini terisolasi.

BACA JUGA:  Pembangunan Jembatan Bukiklimbuku jadi Sorotan

“Iya, benar, ada satu jembatan gantung penyeberangan warga di Jorong Lombok, putus. Bencana alam ini dipicu aliran sungai meluap. Ketika itu memang curah hujan cukup tinggi di daerah setempat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Pasbar Decky H Sahputra, Minggu (6/9).

Saat ini, katanya, tim sudah melakukan kajian kebutuhan pasca bencana yang terdampak terhadap 100 kepala keluarga tersebut.

Sedangkan Kepala Pos SAR Pasaman, Zulfahmi mengatakan bahwa ratusan rumah di Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, juga terendam akibat luapan Sungai Batang Bayang. “Rumah-rumah yang terendam ini tersebar di tiga kejorongan di Nagari Ujung Gading yang terjadi Jumat (4/8) lalu. Saat ini banjir sudah mulai surut dan warga sudah terlihat membersihkan sisa banjir,” katanya.

Menurutnya, peristiwa ini sudah sering terjadi. Bahkan, jika telah memasuki musim hujan sungai tersebut akan meluap hingga merendam pemukiman warga. Tiga jorong yang terdampak parah, Jorong Irian, Jorong Taluak Ambun dan Jorong Lombok.

BACA JUGA:  Pemprov Sumbar Tunggu Kepastian Vaksin Covid-19

Salah seorang warga Nagari Ujunggading, Saputra mengatakan peristiwa banjir itu sudah sering terjadi. Sudah seharusnya pemerintah mengatasi masalah yang dihadapi warga ketika sungai meluap saja. “Sebab ini sudah masalah menahun. Pemerintah harus melihat ke hulu sungai ini untuk ikut mencari solusi meluapnya sungai itu,” katanya.

Sementara Bupati Pasbar, Yulianto mengingatkan agar warga waspada dan hati-hati dengan adanya bencana alam. “Apalagi yang namanya musibah tidak bisa diperkirakan kapan datangnya, namun kewaspadaan dini perlu dijaga untuk mengantisipasi musibah bencana,” ajaknya.

Padang

Kejadian serupa juga melanda Teluk Kabung Tengah Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Sungai yang berada di kawasan tersebut meluap ke permukiman warga.

Camat Bungus Teluk Kabung M Larhif menyebutkan tercatat ada sekitar 100 kepala keluarga yang diungsikan karena banjir tersebut. “Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang yang melanda lokasi tersebut. Akibatnya penahan pinggiran sungai jebol. Air meluap 40-60 cm,” ujarnya.

Pihaknya bersama TNI-Polri langsung mengambil langkah tegas menyelamatkan warga yang terjebak banjir. Sedangkan korban jiwa belum ada laporan. “Untuk bendungan yang jebol, sudah kita laporkan ke dinas terkait. Mudah-mudahan bendungan tersebut cepat diperbaiki,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pasangan Suhatri Bur-Rahmang Sah jadi Pemenang

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang Sutan Hendra mengatakan, ada sekitar 100 kepala keluarga yang diungsikan dan dibawa ke tempat yang aman.

Limapuluh Kota

Kondisi banjir dan lonsor juga terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam rentang Jumat malam (4/9) sampai Sabtu malam (5/9), hujan lebat merendam enam nagari di sana. Yakni di Nagari Bukik Sikumpa, Balai Panjang, Taram, Sarilamak, Tarantang dan Nagari Durian Gadang.

Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Joni Amir mengatakan, banjir dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan tersebut seharian. Sehingga, dua sungai di sana meluap, yakni Batang Sinama dan Harau.

“Kita sudah mendirikan dua posko. Yakni di Nagari Taram dan Jorong Kubang Rasau. Posko ini untuk antisipasi apabila warga harus mengungsi nantinya,” ujar Joni didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol.

Saat ini, pihaknya juga terus mengimbau masyarakat agar terus waspada. Selain itu, menghubungi Pusdalops PB BPBD Limapuluh Kota atau Piket Pos Siaga Bencana BPBD, apabila bencana banjir ataupun longsor terjadi di sana.  “Warga bisa memberikan informasi kebencanaan dengan menghubungi nomor (0752) 90695, 081385775775 atau 081267295200. (da.)

  • Bagikan