Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Suhatri Bur Bicara Tol, Ungkap Wacana Mengganti Pejabat OPD

  • Bagikan

Padang | Datiak.com – Hari ini, pas seminggu kepemimpinan Suhatri Bur sebagai Bupati Padangpariaman. Tadi malam (4/3), ia pun diundang PadangTV untuk mengisi Dialog Detak Sumbar. Dalam siaran live itu, Suhatri Bur bicara Tol hingga ungkap wacanan mengganti pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Padangpariaman.

Ia pun bicara Tol ketika dirinya ditanyai oleh presenter Dialog Detak Sumbar, Oktafril Febriansyah. Dalam memulai penjelasannya, Suhatri Bur mengaku sudah memprediksi bakal ditayai soal program pembangunan nasional tersebut oleh Oktafril.

“Jalan tol itu, sebenarnya masyarakat Padangpariaman sepenuhnya mendukung. Tapi masyarakat kita mengharapkan keterbukaan,” kata Suhatri Bur yang tampil dengan baju batik cokelat tua tersebut.

Bukti dukungan masyarakat, imbuh Suhatri Bur, terlibat sejak grounbreaking Tol Padangpariaman-Pekanbaru oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). “(Saat groundbreaking, Red) belum ada ganti tahan, belum ada penilaian segala macam, dia mau (pemilik lahan,Red). Kenapa gejolak terjadi kemarin, persoalannya adalah nilai (ganti tanah, Red) yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” hematnya.

Menggapinya penjelasan Suhatri Bur, Oktafril pun menanyakan soal anggapan ganti untung bukan ganti rugi. Ia pun langsung menjawab bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan. “Iya, sekarang sudah. Artinya sudah ditinjau ladi dengan menukar tim apreisal. Alhamdulillah, lancar sampai saat ini. Kemarin itu sudah dibayarkan juga ganti rugi pemilik tanah untuk pembangunan jalan tol. Besok juga (hari ini dilakukan pembayaran penggantian lahan, Red),” paparnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa saat pelantikan bupati/wali kota di Sumbar, Jumat lalu (26/2), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turut menyampaikan pesan soal percepatan pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru.

“Ini pesan pak presiden katanya (gubernur, Red). Bagaimana Tol itu harga mati. Harus kita selesaikan,” ucapnya mengulang pesan Mahyeldi yang didengarnya usai dilantik, di Auditorium Gubenuran, Jumat lalu (26/2).

Penataan Kantor OPD oleh Suhatri Bur

Sedangkan menyikapi pertanyaan soal mengganti pejabat di OPD, Suhatri Bur mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Namun akan meminta pandangan para tokoh dan ahli-ahli atau akademisi soal penataan pejabat OPD tersebut.

“Tapi yang jelas, konsep kita yaitu kita kembalikan dulu. Bagaimana kalau memang itu teknis, orang yang menduduki (jabatan OPD, Red) kita kembalikan ke orang teknis yang memahami, punya skil dan kemauan,” bebernya.

Bicara persoalan enam bulan, Suhatri Bur mengungkapkan bahwa pembenahan itu bisa saja dilakukan, apabila pihaknya mendapat rekomendasi dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, serta Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Saya rasa, jika kita mendapat rekomendasi dari dua itu, saya rasa kita tidak melanggar regulasi lagi. Tapi yang jelas, tujuannya jelas untuk memenuhi kebutuhan, untuk mewujudkan visi-misi kita tadi,” ungkap Suhatri Bur. (da)

  • Bagikan