Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Sosialisasi Cegah Corona, Kepala Kampung Dianiaya

  • Bagikan
Update perkembangan dampak Covid-19 di website Kabupaten Pesisir Selatan Tanggap Covid-19. Pemkab Pessel kini turut gencar sosialisasikan upaya cegah corona. (Foto: Humas)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Sosialisasi cegah corona atau Covid-19 berujung malang di Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang. Pasalnya, Kepala Kampung Koto Rawang di nagari tersebut, malah dianiaya oleh salah seorang warga, usai sosialisasi Covid-19 di kedai-kedai yang ada di kampungnya, Jumat (3/4).

Pangkal masalahnya ketika kepala kampung bernama Baktiar Buyung itu sosialisasi Covid-19 di salah satu kedai. Di sana, tampak sejumlah remaja yang asyik bermain batu domino, sembari mengisap rokok. Spontan, Baktiar menegur remaja tersebut. Ia pun meminta mereka pulang ke rumah masing-masing.

Namun, tindakan Bahtiar diprotes pemilik kedai. Sehingga, Baktiar dilaporkannya kepada keluarga para remaja itu. Namun, ancaman pemilik warung tak membuat Baktiar gentar. Ia terus melanjutkan sosialisasinya hingga ke warung-warung lainnya yang ada di kampungnya.

BACA JUGA:  Aliansi Mahasiswa Pasbar Sebut Pimpinan DPRD Pasbar Pembohong

Lantaran sudah sore, Baktiar mengakhiri sosialisasi Covid-19 dan kembali ke rumahnya. Saat itulah ia didatangi seorang pria berinisial, E. Pria berusia 55 tahun itu, meminta Baktiar kembali ke kedai, tempatnya membubarkan para remaja.

Tak disangka, E ternyata nekat memukul Baktiar. Tindakan itu dilakukannya, karena menilai Baktiar sudah melakukan hal tak wajar terhadap keponakannya saat berada di warung tersebut. “Beliau (Baktiar Buyung, Red) mengalami luka lebam pada mata. Jempol tangannya pun terkilir setelah mengalami kejadian itu (dianiaya,Red),” kata Wali Nagari Lakitan Timur, Amril.

Perbuatan itupun membuat Baktiar harus diangkut ke Puskesmas Kambang untuk mendapatkan penanganan medis. “Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian di Polsek Lengayang, sehingga bisa diproses secara hukum,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Fraksi Partai Demokrat Larang OPD Tambah Budget di APBD-P
Upaya Pemerintah

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah gencar menyosialisasikan bahaya Covid-19 hingga upaya cegah corona di masyarakat. Mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah di tingkat daerah hingga nagari/desa. Seluruh lapisan masyarakat turut diharapkan bisa menyukseskan sosialisasi tersebut. Baik alim ulama, ninik mamak, pemuda, ataupun tokoh masyarakat lainnya.

Upaya itu dilakukan agar masyarakat benar-benar melaksanakan gerakan social distancing atau menjauhi keramaian, karantina keluarga di rumah, dan menjalani pola hidup sehat dan bersih. Sebab, cara tersebut dinilai langkah terbaik mencegah berkembangnya Covid-19 di Indonesia.

Dalam menghadapi ancaman wabah tersebut, pemerintah juga memutuskan untuk mengalihakan pelaksanaan pembelajar dari sekolah ke rumah. Untuk memastikan para siswa atau pelajar benar-benar mematuhinya, sekolah diminta mengawasi bersama Satpol PP, kepolisian, dan perangkat desa/nagari.

BACA JUGA:  100 Kilogram Ganja Digagalkan Masuk Payakumbuh

Di Kabupaten Pesisir Selatan, penguatan sosialisasi pencegahan Covid-19 tertuang dalam Surat Bupati Pessel Nomor: 130/574/KSB-Pol/IV/2020 tentang Imbauan Tidak Keluar Rumah. Dalam surat tersebut, camat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan serta perangkat nagari turut didorong memaksimalkan sosialisasi terkait Covid-19. (da.)

  • Bagikan