Iklan Melayang
Iklan Melayang

Sopir Taksi dari BIM Sesak Nafas

  • Bagikan
Petugas dari Tim Pencegahan Covid-19 Dharmasraya menyemprotkan desinfektan ke taksi dari BIM yang sopirnya mengeluh mengalami sesak nafas disertai demam. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Dharmasraya | Datiak.com – Seorang sopir taksi dari Bandara Internasional Mingkabau (BIM) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, di Kabupaten Dharmasraya, Kamis (2/4) pagi. Ia mengalami batuk disertai sesak nafas. Setelah dilakukan pemeriksaan, suhu tubuh sopir taksi tersebut mencapai 38,9 derajat.

Berdasarkan keterangan si sopir, dirinya tidak penah ada riwayat penyakit sesak nafas. Setelah medis di RSUD Sungai Dareh melakukan diagnosis, ternyata si sopir ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebagai antisipasi dugaan terpapar Covid-19 atau virus corona.

banner 336x280

Berdasarkan catatan perjalanannya, sopir tersebut diketahui mengangkut dua orang penumpang dari BIM menuju Dharmasraya. Kedua penumpangnya diketahui berasal dari Serawak Betung, Malaysia. Hanya saja, penumpang tersebut dalam keadaan sehat.

“Penumpang taksi itu warga di Jorong Durian Simpai, Nagari IV Koto Diauah, Kecamatan Sembilan Koto. Kondisi mereka sehat saja. Mereka memang sudah kembali ke rumah masing-masing, tetapi harus mengikuti prosedur dan dalam pemantauan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, dr. Rahmadian, yang juga Juru Bicara Penanganan Covid-19 di sana.

Kamis (2/4) siang, kata Rahmadian, pihak RSUD Sungai Dareh memutuskan untuk merujuk sopir taksi tersebut ke RS Ahmad Mukhtar, di Kota Bukittinggi. Sedangkan taksi yang diangkutnya telah disemprot desinfektan oleh petugas tim gugus tugas Covid-19.

Setelah itu, petugas dari Polsek Pulau Punjung melakukan pemagaran taksi tersebut menggunakan police line (garis polisi). Hal itu ditujukan agar masyarakat mengetahui bahwa mobil itu dalam pengawasan kepolisian. Artinya, masyarakat tidak diperbolehkan didekati taksi itu, terlebih sampai menyentuhnya.

Data yang dihimpun dari website resmi Dharmasraya Tanggap Corona, tercatat sebanyak 2.200 orang Pelaku Perjalanan dari Area Terjangkit (PPT). Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 51 Orang. Lalu 1 orang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara itu, jumlah pasien yang sudah dinyatakan tidak tertular atau negatif Covid-19, tercatat sebanyak 205 orang pasien. Beruntung, di Dharmasraya sampai hari ini (2/4) belum ada warganya yang dinyatakan positif virus mematikan itu. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan