Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Solar Langka di Payakumbuh, Omset Pedagang Turun 50%

  • Bagikan
solar langka di payakumbuh 2021
Ilustrasi antrean panjang truk untuk mendapatkan solar. Kejadian ini juga terjadi di Kota Payakumbuh saat ini. (Foto: Istimewa)

Payakumbuh | Datiak.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar langka di Payakumbuh, hal ini terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan Soekarno-Hatta, Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh. Akibatnya puluhan kendaraan mengular hingga ke jalan.

Hal ini alami oleh sopir jasa pembawa sayur, Ajis, 24, saat antre solar. Ia merasakan solar langka di Payakumbuh semenjak satu minggu lalu. “Sebelum ke SPBU di sini, saya sudah mengecek di dua SPBU sebelumnnya, yakni SPBU Ngalau, SPBU Piladang dan semuanya kosong,” ungkap Ajis.

Menyikapi solar langka di Payakumbuh, ia pun sering mencari informasi dari teman-temannya sesama sopir. Alhasil, ia mendapatkan informasi bahwa solar tersedia di SPBU Koto Nan Ampek.

“Saya mengantre dari pukul 07.00 WIB dan hingga sekarang pukul 08.00 WIB masih juga mengantre. Besok pagi (hari ini, Red) saya harus ke Jambi. Mau tidak mau harus diisi hari ini (kemarin, red),” katanya.

BACA JUGA:  Zakat Baznas di Ulakan Tapakih untuk 100 Orang Mustahik

Hal yang sama juga ungkapkan oleh Buyung, 46, ia juga merasakan bahwa solar langka di Payakumbuh saat ini. “Sebelum sampai di SPBU ini (SPBU Koto Nan Ampek, red), saya sudah datangi SBPU Baso, SPBU, Piladang, dan SPBU Ngalau. Semuanya kosong dan cuma ada di SPBU Koto Nan Ampek ini,” ujarnya.

Buyung mengatakan ia telah antre dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.15 WIB belum dapat mengisi bahan bakar bersubsidi jenis solar tersebut. “Solar ini cuma ada pada pagi, pada siang hari tidak akan ada lagi dan entah apa penyebabnya. Itupun di SPBU tertentu hingga pukul 10.00 WIB,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, jika tidak solar di SPBU, ia terpaksa membeli solar ketengan yang dijual dipinggir jalan. “Kalau sudah tidak ada lagi di SPBU-SPBU dan bahan bakar kita sudah habis, terpaksa kita mengisi solar kentengan dengan harga tinggi. Untuk satu liternya, si penjual solar ketengan menetapkan Rp 7.500 per liternya, padahal jika dibandingan dengan harga resmi Rp 5.100 per liternya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Menteri Dalam Negeri Tegur Wako Padang Lewat Surat 904

Di SPBU Kota Nan Ampek memang terlihat puluhan kendaraan antre mengular hingga ke Jalan Soekarno-Hata, Koto Nan Ampek, hingga membuat ruas jalan tersendat, kemarin. Tidak hanya itu, akibat dari mengularnya kendaraan ini, membuat omzet pedangan sekitar kawasan yang terdapat turun hingga 50 persen. Hal ini dialami oleh seorang sarapan pagi.

“Langganan saya jadi enggan belanja, warung tempat saya berjualan tertutup oleh antrean mobil ini. Omzet saya jauh turunya hingga mencapai 50 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Oprasional PT Payakumbuh Sehati (SPBU Koto Nan Ampek), Bursal Ibrahim, menjelaskan bahwa penyebab solar langka di Payakumbuh terjadi dari tiga bulan yang lalu. “Untuk di SPBU ini kita mendapatkan solar sebanyak 8 Kiloliter. Solar bersubdisi ini, dalam satu minggu ada tidak masuk satu hari,” akunya. (da.)


BACA JUGA:  Pengemis di Padang Bertambah, Alfiadi: Warga Pemberi Uang Disanksi

Temukan berita Payakumbuh hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan