Solar di SPBU Sijunjung Sulit, Penjual Ketengan malah Ramai

Hasnul Uncu
Solar di SPBU Sijunjung Sulit, Penjual Ketengan malah Ramai
Sejumlah truk memutuskan untuk antre di Tanahbadantuang, Kecamatan Sijunjung, untuk mendapatkan BBM jenis solar, kemarin (10/5).

Mentawai | Datiak.com – BBM jenis Solar di SPBU Sijunjung kini sulit diperoleh. Kondisi itu membuat para sopir mengeluh saat hendak mengisi BBM di SPBU Sijunjung tersebut. Pasalnya, hampir semua SPBU setiap hari mengalami kekosongan stok.

Sedangkan penjual minyak eceran (di pinggir jalan) menjamur. Ironi yang tak jelas ujung pangkalnya ini bergulir sejak setahun terakhir. Bahkan telah menjadi masalah akut. Pihak terkait dibuat kewalahan, fungsi pengawasan nyaris tidak jalan.

Misalnya di SPBU Tanahbadantuang, Kecamatan Sijunjung. Kemarin (10/5), kekosongan BBM jenis biosolar dilaporkan terjadi sejak pagi. Sejumlah truk yang hendak mengisi bahan bakar terpaksa harus balik kanan. Sebagian lainnya ada juga yang memutuskan bertahan menunggu pasokan minyak di SPBU.

Tidak jauh dari SPBU, terdapat sebuah kedai yang di depannya terdapat banyak jeriken (tersusun). Di sana ternyata menjual solar eceran. Sehingga, sejumlah kendaraan yang tidak bisa mengisi BBM di SPBU, memutuskan membeli bahan bakar eceran. Meski harganya lebih mahal dibanding harga SPBU.

BACA JUGA:  Terdampak Covid-19, Tutaskan Penyaluran 870 Ton Beras April Ini

“Biar parkir saja dulu menunggu pasokan solar tiba di SPBU. Sambil menunggu, saya sekaligus memeriksa kondisi kendaraan, mandi, ganti baju, serta beristirahat,” ujar Jafar, 43, sopir truk yang parkit di pinggir Jalan Lintas Sijunjung, di depan SPBU Tanahbadantuang tersebut, kemarin (10/5).

Saat ditanya kenapa tidak membeli solar (ketengan) di pinggir jalan seperti yang lainnya, Jafar mengaku harga BBM ketengan agak mahal. Sedangkan uang jasa angkut barang hanya pas-pasan. “Kalau eceran harganya mahal, sekitar Rp7.500 per liter. Terkadang bisa di atas itu,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di kabupaten/kota lain di Sumbar. SPBU pinggir jalan banyak kekosongan stok di siang hari. “Sama saja, hampir di semua daerah. SPBU kosong stok biosolar,” ketusnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Ekonomi dengan Mengolah Sampah
Cerita sejumlah sopir yang mengantri di SPBU Tanahbadantuang, kekosongan stok BBM jenis solar di SPBU Sijunjung sepanjang hari kemarin, juga terjadi di SPBU lainnya. Seperti SPBU Muarobodi, SPBU Tanjunglolo, serta SPBU Sibisir dan Kiliranjao.

Namun, uniknya penjual minyak ketengan justru menjamur. Bahkan ada menyimpan banyak stok. Dari informasi warga, para penjual minyak eceran cenderung berbondong-bondong ke SPBU di waktu tengah malam ketika pasokan BBM tiba.

“Kadang masuk mobil pickup membeli BBM ke SPBU. Namun di atasnya terdapat jeriken-jeriken besar, bahkan drum plastik,” aku Jhoni, salah seorang warga di Tanahbadantuang. (da.)


Daftar dan masuk untuk mengambil konten!