Singkarak menjadi Geopark Nasional, Baru Target Awal

  • Bagikan
Singkarak menjadi Geopark Nasional
Beberapa orang sedang menikmati keindahan Danau Singkarak. Sekarang, Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok tengah memperjuangkan Singkarak menjadi Geopark Nasional. (Foto: Facebook Danau Singkarak)

Kabupaten Solok | Datiak.com – Pemprov Sumbar saat ini tengah berusaha untuk siapkan Singkarak menjadi Geopark Nasional. Sehingga, danau yang terbentang di Kabupaten Solok dan Tanahdatar tersebut, terlindungi sebagai warisan geologi dan keanakaragaman hayati di Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, saat rapat koordinasi mengusulkan Danau Singkarak sebagai geopark di Kabupaten Solok, Kamis malam (24/6). Apalagi, menurutnya, Singkarak sangat potensial mendukung perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Potensi Singkarak menjadi Geopark Nasional cukup besar. Selain karena letaknya di sentral patahan Sumatera, kita memproyeksikannya menjadi inti dari Geopark Ranah Minang,” ungkap Audy.

Audy mengungkapkan, target terakhir dari pengusulan itu adalah menjadikan Danau Singkarak Geopark Dunia yang diakui oleh UNESCO. Dengan demikian, akan ada branding terhadap Geopark Singkarak di level internasional. Sehingga, potensi meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara lebih besar.

Namun, lanjutnya, untuk mencapai hal itu butuh proses yang panjang. Untuk itu, pihaknya bakal memulai secara bertahap dengan Pemkab Solok. “Yang penting sekarang kita sudah melakukan langkah awal. Ke depan secara bertahap kita lanjutkan,” ujar Audy.

BACA JUGA:  Silek Sunua, Pagar Diri yang Berlandaskan Nilai Islami

Audy mengatakan berdasarkan data yang didapatkan beberapa kawasan yang ditetapkan menjadi geopark oleh UNESCO memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat. Kenaikan jumlah pengunjung dan PAD bisa mencapai 500 persen dalam enam hingga sepuluh tahun.

Menurutnya, beberapa goepark seperti Yuntaishan di China bisa menjadi rujukan. Pada tahun 1999 kota ini dikenal miskin dan tercemar. Namun, di tahun 2011 terjadi transformasi Yunthaisan menjadi geopark, yang kini mampu meningkatkan pendapatan hingga 50 kali lipat.

Demikian juga halnya dengan Geopark Gunung Sewu yang jumlah kunjungan wisatawan naik 500 persen dalam enam tahun serta PAD naik 800 persen. “Kalau Singkarak menjadi Geopark Nasional, peluang peningkatan wisatawannya tentu lebih besar karena danau ini sudah sangat terkenal,” cermatnya.

Audy turut memaparkan, saat ini di Sumbar sudah ada tiga Geopark Nasional. Yakni Geopark Sianok Maninjau, Sawahlunto, dan Geopark Sijunjung. Selain itu, ada empat calon Geopark Nasional yang segera diusulkan. Yakni Singkarak, Harau, Talamau dan Solok Selatan. Kawasan lainnya yang berpotensi menjadi geopark, yaitu Dharmasraya dan Pasaman.

BACA JUGA:  Wisuda Ke-123 UNP Protokolnya bakal Lebih Ketat

Kekayaan potensi geologis di Sumbar itu karena berada di jalur pertemuan lempeng Eurasia dan Hindia-Australia serta dilewati oleh jalur patahan besar Sumatera yang menyebabkan terbentuknya keragaman formasi batuan dan bentang alam.

Bentang alam yang ada di Sumbar merupakan potensi warisan geologi yang memiliki keunikan tidak ditemukan di belahan dunia lain. Keunikan geologi Sumbar adalah patahan geologi yang menjadi poros/sumbu fenomena bentang alam berupa gunung api, danau tektonik, danau vulkanik dan lembah patahan yang memanjang dari Kabupaten Solok Selatan sampai Kabupaten Pasaman.

“Data yang kita punya, Sumbar punya 870.000 jenis tanaman, 200 jenis mamalia 465 tanaman obat dan 21 jenis endemik,” katanya.

Dukung Singkarak menjadi Geopark Nasional

Sedangkan Bupati Solok Epyadi Asda mengatakan, pihaknya mendukung penuh agar Singkarak menjadi Geopark Nasional, yang diharapkan sebagai salah satu tujuan wisata utama di Sumbar. Menurutnya, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat akan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Angka Kematian No 3, Prokes Kantor Bupati Padangpariaman Diperketat

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemmenko Marves, Rustam Effendi mengatakan, untuk mewujudkan Singkarak menajdi Geopark Nasional dibutuhkan sinergi semua pihak (pemerintah, perguruan tinggi, lembaga peneliti, swasta, pegiat wisata, dan masyarakat).

Saat ini, lanjutnya, di Indonesia ada enam Geopark Dunia (UNESCO). Yakni Gunung Batur Bali, Gunung Sewu Yogyakarta, Ciletuh Pelabuhan Ratu Jawa Barat, Gunung Rinjani Lombok, Kaldera Toba, dan Belitung.

Selain itu, ada 15 geopark nasional yang tiga di antaranya di Sumbar. “Karena yang Singkarak ini baru merintis, maka jalurnya diusulkan untuk geopark nasional dulu. Usulan dilakukan oleh pengelola geopark sesuai rekomendasi gubernur. Setelah itu, dibutuhkan rekomendasi Komite Nasional Geopark Indonesia,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya siap memberikan dukung penuh Singkarak menjadi Geopark Nasional. (da.)


Temukan berita Kabupaten Solok hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan