Iklan Melayang
Iklan Melayang

Singgalang Kariang Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

  • Bagikan
Petugas BPBD dan Polres Padangpanjang saat membersihkan material saat Singgalang Kariang longsor, kemarin sore. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padangpanjang | Datiak.com – Diguyur hujan deras sejak siang, jalan lintas Padang-Bukittinggi di Singgalang Kariang longsor, Rabu (16/12) sekitar pukul 16.40 WIB. Material tanah dan bebatuan menutupi seluruh badan jalan lintas umum tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah terputus beberapa saat.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpanjang yang turun ke lokasi beberapa menit pasca-kejadian, langsung mengevakuasi material dengan alat seadanya.

banner 336x280

Satu jam berselang, evakuasi material yang juga dibantu serombongan pekerja jalan yang melakukan penerapan sistem buka tutup arus lalu lintas selesai dilakukan. Antrean panjang yang terjadi di kedua arah, berhasil diurai sembari menunggu datangnya ekskavator.

Salah seorang pekerja jalan yang kebetulan lewat dari Solok, Rio Hendri (36 tahun), mengaku turut membantu pembersihan material sebisanya menggunakan cangkul dan alat sekop. Upaya bersama 17 rekannya bergabung dengan tim BPBD Padangpanjang harus terhenti sampai satu lajur dapat dilalui.

“Kami kebetulan lewat hendak pulang dari bekerja di Solok. Namun, mobil tumpangan kami terjebak macet saat di Singgalang Kariang longsor. Makanya, kami ikut membantu sebisanya,” ungkap Rio.

Salah seorang pengemudi lainnya yang turut terjebak macet akibat longsor itu mengaku prihatin dengan kepedulian intansi terkait dalam menyikapi kawasan rawan longsor.

“Kawasan ini memang rawan longsor, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini. Semestinya, pemerintah melalui dinas terkait sangat memahami kondisi. Terutama dengan menyiagakan alat berat di kawasan ini. Kalaupun tidak setiap waktu, paling tidak di kala musim hujan,” ucap Rahmat (41 tahun), asal Bukittinggi itu.

Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Saherman saat di lokasi mengatakan sementara hanya bisa mengatasi satu lajur untuk dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup. Hal ini dikarenakan ketidaksiagaan alat berat di kawasan Singgalang Kariang yang diketahui sangat rawan longsor.

“Kita bersama tim BPBD berupaya maksimal untuk membuka satu ruas jalan agar dapat dilalui kendaraan secara bergantian. Kita harus menunggu bantuan alat berat, untuk menyingkirkan material bebatuan itu,” tutur Saherman sembari menyebut tidak ada korban dalam kejadian itu.

Sementara hingga berita ini diturunkan, kondisi arus lalu lintas masih sistem buka tutup. Antrean macet dari kedua arah mulai tampak kondusif, dengan jumlah kendaraan didominasi dari arah Padang.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Reni Marlisa mengatakan, longsor yang terjadi di Silaing Karing KM 69 +900 dari Padang sekitar pukul 17.30 WIB. Sehingga terjadi kemacetan sewaktu alat berat dari PT SMS menyingkirkan material ke dalam jurang.

“Material yang turun tersebut ditolak ke jurang dengan loader. Pekerjaan akan tuntas diperkirakan sekitar pukul 21.00 WIB. Jika semua material sudah dapat disingkirkan maka arus lalu lintas normal kembali,” kata Reni.

Sehubungan curah hujan cukup tinggi diharapkan pada pengguna jalan berhati-hati. “Kalau sudah ada batu-batu kecil turun itu pertanda akan ada longsor. Sebaiknya perjalanan diundur,” imbaunya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan