Sidak Protokol Kesehatan Instansi di Pemprov Sumbar

  • Bagikan
SatpolPP Sumbar ketika melakukan sidah protokol kesehatan instansi atau OPD di lingkungan Pemprov Sumbar. (Foto: Humas)

Padang | Datiak.com –Terkonfirmasi positif Covid-19 terus mengalami lonjakan di Sumbar. Klaster perkantoran salah satu tempat penyebaran virus corona tersebut. Untuk itu, Satuan Polisi Pamong Praja Sumbar melakukan sidak protokol kesehatan instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar, Jumat (16/10).

Selama sidak protokol kesehatan instansi tersebut, personel Satpol PP Sumbar memasuki setiap ruang kerja ASN. Mereka menegur para ASN yang tidak menggunakan masker secara benar atau asal-asalan. Misalnya memakai masker hanya sampai menutupi dagu atau leher saja.

“Kami ingin memastikan Perda AKB sudah diterapkan di lingkungan perkantoran Pemprov Sumbar dan ASN mengikuti protokol kesehatan. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan, seperti pemakaian masker dengan benar, handsanitizer, penyediaan alat cuci tangan di pintu-pintu masuk perkantoran,” ujar Kepala SatpolPP Sumbar, Dedy Diantolani.

Ia meminta agar semua ASN tetap mematuhi protokol kesehatan dengan benar. Kerja sama ini penting agar klaster perkantoran Covid-19 segera berakhir. Untuk itu pihaknya akan rutin melakukan pengawasan terhadap kantor-kantor di lingkungan Pemprov Sumbar, menyusul banyaknya klaster penularan Covid-19 di perkantoran akhir-akhir ini.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar Hefdi menambahkan, pengawasan tersebut bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Untuk itu perlu kerja sama dari semua pihak, termasuk ASN, sehingga menjadi contoh bagi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Kami imbau ASN terus menggunakan masker, menerapkan physical distancing dan menyediakan sarana cuci tangan dan adanya pengecekan suhu tubuh serta pembatasan jumlah orang dalam satu ruangan,” kata Hefdi.

Munculnya kasus positif Covid-19 dari tempat kerja, disebabkan karena pegawai tidak ikut protokol kesehatan saat bekerja. Maka sesuai Instruksi Gubernur untuk memberi sanksi tambahan selain penerapkan Perda 6 Tahun 2020, diminta kepala OPD agar selalu menerapkan disiplin dan mengingatkan para pegawai.

“Seperti intruksi gubernur, ASN wajib menjadi contoh di tengah-tangah masyarakat dalam penanggulangan wabah menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu jaga kebersihan dengan selalu aktif cuci tangan,” tuturnya.

Jika ada yang ditemukan tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan ditindak dan diproses secara aturan yang ada dan diserahkan serta dilaporkan ke pimpinan. “Yang melanggar tidak saja diberi sanksi tapi juga dicatat namanya,” tegasnya. (da.)

  • Bagikan