Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Setahun Covid-19 di Padangpariaman, 40 Orang Meninggal

  • Bagikan
Yutiardi Rivai membahas setahun Covid-19 di Padangpariaman, dalam talksohow, di Media Center Kantor Bupati Padangpariaman, Selasa (2/3). (Foto: Humas/Berita Sumbar)

Padangpariaman | Datiak.com – Setahun Covid-19 di Padangpariaman ternyata sangat berbekas. Sebanyak 40 orang warga Ranah Saiyo Sakato itu, meninggal karena terjangkit virus corona tersebut. Hal itu dingkapkan Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai, ketika menjadi tamu talksohow, di Media Center Kantor Bupati Padangpariaman, Selasa (2/3).

Dalam talksohow bertajuk “Satu Tahun Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Padangpariaman” itu, Yutiardi menceritakan kembali mula kasus Covid-19 ditemukan di Padangpariaman. Tepatnya pada 26 Maret 2020.

“(kasus pertama) Itu cukup membuat kita kewalahan. Sebab berbagai isu juga berkembang di tengah-tengah masyarakat,” ujar Yutiardi dalam talksohow yang digelar Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Padangpariaman tersebut.

Setelah setahun Covid-19 di Padangpariaman, imbuhnya, cukup banyak warga yang terpapar. Sampai saat ini, tercatat totalnya 1.136 orang. Yakni 11 orang menjalani isolasi mandiri dan 11 orang diisolasi oleh pemerintah daerah.

BACA JUGA:  Seorang Pengasuh Ponpes di Kabupaten Solok Diduga Sodomi Santri

“Alhamdulillah, sebanyak 1.069 orang warga dari 1.136 orang yang positif itu berhasil sembuh,” ucapnya. “Namun 40 orang warga kita yang terinfeksi meninggal dunia,” tambah Yutiardi.

Memasuki tahun 2021 yang masih dalam ancaman Covid-19, Yutiardi mengingatkan masyarakat Padangpariaman untuk mempedomani 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi aktivitas.

“Kita selalu aktif dalam menyosialisasikan 5M ini. Baik secara langsung ke masyarakat ataupun lewat media,” kata mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padangpariaman tersebut.

Vaksinasi

Vaksinasi salah satu upaya yang dipercaya pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 di Indonesia. Begitupun di Padangpariaman, penyuntikan vaksin Sinovac juga sudah berlangsung. “Vaksinasi Covid-19 tahap pertama sudah kita lakukan 1 Febuari 2021,” katanya.

BACA JUGA:  Jika Lalai Latihan, Bantuan untuk Atlet dan Pelatih Dihentikan

“Alhamdulillah, vaksinasi awal itu berjalan lancar dan sukses. Pesertanya yaitu kalangan tenaga kesehatan dan pejabat esensial di Pemkab Padangpariaman. Bahkan, tenaga kesehatan kita sudah menjalani penyuntikan vaksin kedua,” paparnya.

Untuk tahap selanjutnya, lanjut Yutiardi, vaksinasi Covid-19 di Padangpariaman bakal merambah ke kalangan ASN dan tenaga pengajar. “Jika vaksinasi di kalangan aparatur pemerintahan selesai, barulah penyuntikan dilakukan di masyarakat,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan