Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Sergap Kakab Entaskan Masalah, Kampung KB Terwujud

  • Bagikan
Kepala BKKBN Sumbar bersama Kepala DPPKB dan anggota DPRD Padangpariaman saat meninjau Rumah Dataku Kampung KB Kencana Sejahtera saat peluncuran Sergab Kakab ke-5. (Foto: Dok DPPKB Padangpariaman)

Sergap Kakab (Serentak Menggarap Kampung KB) merupakan inovasi program dicetus Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) Padangpariaman. Program ini lahir pada Mei 2019. Sekarang, Sergap Kakab sudah dilaksanakan lima kali di Ranah Saiyo Sakato tersebut. Seperti apa?

Keunggulan program Sergap Kakab karena mampu menjadikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai top leader dalam kegiatan. Jadi, tidak hanya DPPKB yang bergerak dalam pelaksanaan Sergap Kakab. Akan tetapi juga OPD lainnya di Padangpariaman.

Bahkan, Sergap Kakab juga melibatkan instansi luar Pemkab Padangpariaman. Di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Padangpariaman. Tak heran, di lokasi pelaksanaan Sergap Kakab bakal tampak ramai stan pelayanan publik. Seperti dari Disdukcapil, perizinan, kesehatan, dan layanan pustaka keliling.

Jadi, memasuki Sergap Kakab ke-5 ini, tentunya sudah banyak juga permasalahan Kampung KB terselesaikan. Data dihimpun Datiak.com, intervensi yang sudah dilakukan berupa perbuatan jamban, pemberian beasiswa, penyaluran bantuan pertanian dan perikanan, perbaikan infratruktur perkampungan, dan banyak lagi.

“Kalau kita di DPPKB saja tentu mustahil bisa melakukan intervensi sebanyak itu. Makanya, Serga Kakab ini menjadi sangat bermanfaat untuk mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas (KB),” ujar Kepala DPPKB Padangpariaman, Aspinuddin, saat launching Serga Kakab ke-5 di Kampung KB Kencana Sejahtera, Nagari Sunua Barat, Kecamatan Nan Sabaris.

Ia menjelaskan Sergap Kakab pertama kali dilaksanakan di Kampung KB Panda Puti Kencana, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung. Berlanjut di Kampung KB Arga Kencana, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan.

Ke-3 di Kampung KB Air Terjun Kencana, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging. Sedangkan Sergap Kakab ke-4 di Kampung KB Kemuning Kencana, Nagari Gunung Padang Alai Kecamatan V Koto Timur.

“Lokasi yang kita jadikan objek program Kampung KB ini adalah korong dalam sebuah nagari dinilai paling komplit permasalahan,” ungkap Ketua Forum Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Sumbar tersebut.

Jika permasalahan dalam korong yang dipilih sebagai Kampung KB terselesaikan, maka kata Aspinuddin, akan dipilih korong lainnya. Pemilihan korong itu akan dilakukan bersama pihak nagari, kecamatan, serta OPD di Pemkab Padangpariaman. “Jadi pengusulan korong yang akan menjadi kampung KB itu dimulai dari nagari. Sekarang, ada 23 korong kita yang masuk program Kampung KB,” katanya.

Seluruh permasalahan di korong yang masuk program Kampung KB tersebut, lanjutnya, tercatat dalam Rumah Dataku yang disediakan di setiap Kampung KB tersebut. Artinya, program itu baru dinyatakan tuntas setelah seluruh permasalahan yang terdata di sana terselesaikan.

“Rumah Dataku ini salah satu syarat pembentukan Kampung KB,” ungkap mantan Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Etna Estelita mengaku bangga dengan apa yang dilakukan DPPKB Padangpariaman. Menurutnya, tidak salah kepala DPPKB se-Sumbar memilih Aspinuddin sebagai ketua Bangga Kencana. “Bahkan pak Jimmi (sapaan Aspinuddin, Red) juga menjadi pengurus pusat,” ungkapnya.

Etna menilai Sergap Kakab Padangpariaman sesuai dengan hakikat Kampung KB. Yakni menyelesaikan berbagai permasalahan hingga mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas. “Lahirnya Kampung KB ini memang untuk menyelesaikan masalah dengan bersama-sama,” pungkas mantan Kepala BKKBN Bangkabelitung tersebut. (da.)

  • Bagikan