Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Seorang Pengasuh Ponpes di Kabupaten Solok Diduga Sodomi Santri

  • Bagikan
Pengasuh ponpes di Kabupaten Solok
Ilustrasi tindak pencabulan terhadap remaja laki-laki (sodomi). Saat ini, dihebohkan adanya dugaan pencabulan terhadap santri yang diduga dilakukan salah seorang seorang pengasuh ponpes di Kabupaten Solok. (Gambar: Tim Datiak.com)

Kabupaten Solok | Datiak.com − Seorang pengasuh ponpes di Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Alahanpanjang, Kecamatan Lembahgumanti, dilaporkan salah satu orangtua santrinya. Sebab, ia diduga melakukan tindakan pencabulan (sodomi) terhadap santri laki-laki.

“Memang benar ada yang melaporkan kejadian dugaan sodomi itu, tanggal 27 Mei lalu, yakni orang tua salah satu siswa yang mengaku anaknya disodomi pengasuh di ponpes (pondok pesantren),” ujar Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Rifki Yudha Ersanda, Kamis (3/6).

Pihaknya saat ini sedang menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan kasus tersebut. Dari penelusurannya sejauh ini, korban yang teridentifikasi baru 3 orang dengan usia berkisar 10-12 tahun. Lalu, terkait adanya korban lain dari kasus tersebut, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah ada tambahan korban lainnya atau tidak.

BACA JUGA:  Facebook Suhatri Bur Dipalsukan, Ada Perantau Nyaris Tertipu

“Kami belum bisa memastikan, apakah bertambah, saat ini tim sedang melakukan pendalaman terhadap kasus ini,” tambahnya.

Terungkapnya Kasus

Saat ini pihaknya sedang melakukan pencarian guna melacak keberadaan terduga pelaku. Sebab, oknum pengasuh ponpes di Kabupaten Solok tersebut diduga telah melarikan diri. “Kasus itu terungkap, berawal saat salah satu orangtua santri melaporkan seorang pengasuh ponpes tersebut, yang telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anaknya,” ungkap Rifki.

Berdasarkan penuturan orangtua korban, lanjutnya, mereka curiga dengan gerak-gerik anaknya yang tidak seperti biasa. Terlebih lagi, ia mendengar anaknya ada rahasia dengan salah satu pengasuh. Orangtua korban pun semakin curiga, rahasia apa yang disimpan anaknya.

Kecurigaannya semakin kuat, karena anaknya juga mengeluhkan rasa sakit saat buang air besar. Lalu, orangtua korban mencoba menanyakan tentang hal tersebut, dan terungkaplah bahwa anaknya dicabuli oleh seorang pengasuh di ponpes ternama tersebut.

BACA JUGA:  Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolres Mentawai Cek Menyeluruh

Mendengar itu, orangtua korban kemudian mencari pelaku ke lonpes, dan ternyata pelaku sudah melarikan diri. Tak terima, orangtua korban melaporkan kejadian yang ditimpa anaknya ke Polres Solok. “Tindakan asusila itu dilakukan di kamar pelaku, dengan dipaksa dan diiming-imingi akan dipinjamkan smartphone untuk bermain game,” tambahnya.

Dari pemeriksaan awal, kata Rifki, pada diri korban memang terdapat ciri-ciri bahwa korban telah mengalami pelecehan seksual, yang diduga diterima korban di lingkungan pesantren. “Yang jelas saat ini kita akan dalami dan kita lacak dulu dimana keberadaan pelaku,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan