Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Seorang Guru Ngaji di Padang Diduga Cabuli 3 Muridnya

  • Bagikan
seorang guru ngaji di Padang diduga melakukan pencabulan 2021
Ilustrasi anak laki-laki yang menjadi korban pencabulan. (Gambar: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Seorang guru ngaji di Padang, sekaligus garin di sebuah musala di Kelurahan Bandarbuat, Kecamatan Lubukkilangan, diduga telah mencabuli muridnya yang masih di bawah umur. Dugaan pencabulan itu dilakukan kepada murid laki-lakinya.

Diketahui, seorang guru ngaji di Padang tersebut berinisial SH (34 tahun). Ia telah diamankan jajaran Polsek Lubukkilangan, Polres Padang. Tepatnya saat SH sedang di musala pada Rabu malam (10/11/2021) sekitar pukul 19.30.

“Penangkapan terhadap tersangka SH (seorang guru ngaji di Padang, Red) dilakukan berdasarkan laporan CMU (35 tahun), orangtua dari korban ke Polsek Lubukkilangan,” ujar Kapolsek Lubukkilangan, AKP Lija Nesmon, kemarin.

Kapolsek menjelaskan bahwa korban masih berusia 8 tahun. Orangtua korban mengetahui kejadian tersebut, setelah korban pulang mengaji pada Rabu (10/11/2021). “Saat itu, korban mengatakan kepada ibunya kalau celana dalamnya tertinggal di musala,” ungkap AKP Lija Nesmon.

Penjelasan korban pun membuat si ibu curiga. Sehingga, ia bertanya kepada korban kenapa sampai tidak menggunakan, dan meninggalkan celanan dalam tersebut. “Korban lalu bercerita kalau kemaluannya dipegang oleh tersangka SH,” sambung AKP Lija Nesmon.

Kecurigaan ibu korban pun makin menguat kalau SH sudah melakukan hak tak wajar kepada anaknya. Si ibu pun terus menggali informasi dari korban. Alhasil, pengakuan korban makin mengejutkan bahkan membuat ibunya sangat berang.

“Korban mengaku kepada ibunya, bahwa beberapa hari yang lalu tersangka SH juga memasukkan jari tangannya ke dubur korban. Ibu korban yang mendengar penjelasan korban, langsung melapor ke Polsek Lubukkilangan” beber AKP Lija Nesmon.

Menerima laporan, Opsnal Unit Reskrim Polsek Lubukkilangan menangkap tersangka SH dan membawanya ke Mapolsek Lubukkilangan. SH pun mengakui perbuatan. Bahkan terungkap bahwa SH diduga pernah mencabuli korban tahun lalu. Saat itu korban masih kela 1 SD.

“Saat diinterogasi (seorang guru ngaji di Padang berinisial SH, Red), mengaku telah melakukan aksi pencabulan itu beberapa kali. Parahnya, korban tidak hanya satu tapi tiga orang anak. Lokasinya beda. Kami masih mencari informasi korban lain,” ungkap Lija.

Akibat perbuatannya, lanjut AKP Lija Nesmon, tersangka bisa dijerat Pasal 82 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. (da.)


Baca berita Kota Padang hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan