Sempat Mengeluh Sakit Lambung, Bupati Mentawai Jatuh dari Mimbar

  • Bagikan
Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet saat jumpa pers tentang upaya penanganan Covid-19, Rabu (13/5) lalu. Yudas dikabarkan pusing hingga jatuh dari mimbar saat menjadi inspektur upacara HUT ke-75 RI. (Foto: Humas)

Mentawai | Datiak.com – Insiden mengejutkan terjadi saat upacara HUT ke-75 RI di halaman kantor bupati Mentawai, Senin (17/8). Pasalnya, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet yang bertindak sebagai inspektur upacara, mendadak pusing hingga jatuh dari mimbar.

Kejadian itu berlangsung saat pembacaan doa menjelang berakhirnya upacara. Sehingga, Yudas langsung ditangani tim medis dari RSUD Mentawai. Namun, pengobatannya berujung dengan dirujuknya politisi PDIP tersebut ke Rumah Sakit Yos Sudarso Padang, menggunakan kapal cepat Mentawai Fast.

Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake mengatakan, setahunya Yudas tidak memiliki riwayat penyakit berat. Bahkan sehari sebelum kejadian, ia melihat Yudas tampak sangat sehat.

“Hari Minggu (16/8) kita masih melakukan kegiatan bersama-sama. Baik itu mengikuti kegiatan sepeda santai, maupun menghadiri acara di homstay Mapadegat. Kondisi beliau baik-baik saja,” hematnya.

Memang, imbunya, sebelum dimulainya upacara HUT ke-75 RI, orang nomor satu di Bumi Sikerei itu mengeluhkan kondisi yang kurang sehat. Tepatnya di bagian lambungnya. Hal itu dirasakannya setelah mengkonsumsi ikan bada kering yang sudah lama tidak dikonsumsinya.

“Selain sudah jarang mengkonsumsi itu (ikan bada kering, Red), kabarnya beliau banyak juga makan cabai. Sehingga, lambungnya menjadi perih. Barangkali beliau juga mengalami penyakit mag,” katanya.

Menurutnya, kondisi itulah yang membuat Yudas tidak kuat menahan perih, sehingga ia pusing dan jatuh dari mimbar. Beruntung, ia tetap dalam kondisi sadar. “Waktu dibawa ke rumah dinas, beliau juga masih sadar,” ungkap Kortanius.

Bahkan, lanjutnya, saat di rumah dinasnya itu, Yudas masih sempat membahas soal rapat APBD Perubahan bersama DPRD Mentawai yang belum tuntas. Selain itu, ia juga membahas tentang perubahan Perda RTRW.

“Kondisi beliau cukup sehat. Hanya perih yang hilang timbul di bagian lambung. Menyangkut sejumlah rapat yang dibahas beliau, saya diminta menindaklanjutinya bersama anggota dewan,” ungkapnya lagi.

Berujungnya Yudas dirujuk ke Padang, katanya setelah medis melakukan pertimbangan dan sejumlah analisa. “Sebenarnya beliau meminta tetap dirawat di Tuapejat. Namun berbagai pertimbangan medis, beliau tidak bisa menolak,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan