Sektor Peternakan Sapi Digarap Lewat TMMD

  • Bagikan
Petugas Disnakeswan saat menyuntikkan inseminasi buatan pada sapi-sapi yang masuk pembinaan program TMMD ke-110 Kodim 0319/Mentawai. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 di Kepulauan Mentawai menyentuh seluruh sektor. Salah satunya sektor peternakan sapi. Hal itu dilakukan bersama OPD terkait di Bumi Sikerei tersebut, yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kepulauan Mentawai.

Pelayanan yang dilakukannya yaitu berupa pemeriksaan kesehatan sapi milik warga. Lalu melakukan penyuntikan inseminasi buatan (IB). Kegiatan itu berlangsung di Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Senin (8/3).

Produktivitas ternak sapi sangatlah penting, karena sektor peternakan sapi bisa mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat, daerah, bahkan negara,” hemat Serka Hotman Purba, anggota Kodim 0319/Mentawai yang ditugaskan dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya inseminasi buatan, lanjut Hotman, ternak-tenak warga tersebut turut diberi vitamin. Sehingga, kesehatan dan produktivitasnya terjamin ke depannya. “Kita juga melakukan pengobatan pada ternak yang tampak kurang sehat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Guru di Payakumbuh yang Takut Dites, Sertifikasinya Bisa Terpengaruh

Dia berharap program yang dijalankan Kodim 0319/Mentawai bersama Disnakeswan dalam TMMD ke-110 itu, bisa menjaga bahkan meningkatkan populasi sapi di Desa Sipora Jaya. “Kalau bisa, ke depan desa ini menjadi lumbuh sapi. Setidaknya mampu memenuhi saat permintaan sapi meningkat di Mentawai,” harapnya.

Kendati demikian, Hotman berharap kepada masyarakat bisa kreatif dan berinisiatif untuk terus memperhatikan kesehatan dan produktivitas ternak sapinnya. Sebab, menurutnya kunci keberhasilan dalam peternakan adalah peternak itu sendiri.

“Kalau sapi yang kita pelihara kurang sehat, langsung hubungi petugas terkait atau mentari ternak. Takutnya, kadang penyakit ternak ini ada yang menular juga,” sarannya.

Begitupun soal produktivitas ternak, ia menilai juga sangat bergantu pada pemahaman peternak. Terkadang, sapi yang dalam masa subur atau ingin dikawinkan, kerap luput dari perhatian peternaknya. Sehingga, saat sapi mendapatkan inseminasi buatan tetap tidak membuahkan hasil.

BACA JUGA:  KAHMI-HMI Pariaman Galang Dana Pembangunan Sekretariat

“Pertama memperhatikan kesehatan sapi, kedua ketelitian kita untuk produktivitas sapi. Jika ini kita kuasai, risiko sapi tidak produktif itu bisa kita minimalisir. Jadi, apa yang kita lakukan hari ini juga upaya edukasi kepada masyarakat untuk memperhatikan kesehatan ternak sapinya ke depan,” tukas Hotman. (da.)

  • Bagikan