Sekolah Tidak Terjangkau Jaringan, Guru Harus Kerja Ekstra

  • Bagikan
Kadisdikbud Limapuluh Kota, Indrawati Munir, saat memeriksa sarana cuci tangan di salah satu sekolah di Limapuluh Kota. (Foto: Istimewa)

Limapuluh Kota | Datiak.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota harus bekerja maksimal di masa pandemi ini. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan sistem daring (dalam jaringan), tak dapat dilaksanakan seluruh sekolah di sana.

Menyikapi itu, Kadisdikbud Limapuluh Kota Indrawati Munir mengatakan, sekolah yang tak terhubung jaringan internet, bakal melaksanakan sekolah luar jaringan. Artinya, guru menyiapkan modul atau bahan ajar, untuk dikerjakan siswanya di rumah.

“Peserta didik yang diberi modul itu akan tetap dalam pantauan maksimal gurunya. Selain itu, orangtua juga diharapkan memberikan pengawasan ekstra,” ujar Indrawati.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menggerakkan program jemput bola. Terkhusus bagi murid kelas 1 SD yang baru memulai belajar membaca, menulis dan beritung. Pelaksanaannya, guru akan langsung mendatangi rumah peserta didik.

“Pembelajaran tatap muka memang ditunda. Namun, tahun ajaran baru tetap dimulai sesuai jadwal, yakni 13 Juli 2020,” ujarnya.

Terkait sekolah yang terjangkau jaringan, Indrawati memperkirakan jumlahnya sebanyak 59 persen. Artinya, sekitar 41 persen sekolah di sana bakal menjalani pembelajaran luar jaringan. Untuk itu, ia mengakui bakal sulit, memastikan pembelajaran 100 persen normal seperti sebelum pandemi covid-19.

“Yang pasti, guru dan sekolah akan berusaha mewujudkan kualitas pendidikan yang baik untuk anak-anak kita. Contohnya untuk murid kelas 1, setidaknya harus bisa menulis, membaca dan beritung,” ucapnya optimis.

Untuk itu, Indrawati berharap kepada tenaga pendidik harus benar-benar gigih menjalani menghadapi kondisi ini. Sehingga, tidak ada anak-anak di kelas 1 SD tersebut yang tidak bisa membaca, menulis dan beritung.

“Limapuluh Kota memiliki 372 SD. Jika satu SD saja ada 20 murid baru, berarti tahun ini kita memiliki 7.440 murid baru di SD. Ini akan menjadi tanggung jawab besar kita,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan