Sehari Bebas, Napi Asimilasi Bakar Rumah Mertua

  • Bagikan
Napi asimilasi, Nofriadi (dua dari kanan), saat diangkut petugas Polres Padang. (Foto: Istimewa)

Padang – Nofriadi, mendapat kesempatan emas pada 1 April 2020. Pria 30 tahun ini, bebas bersyarakat melalui program asimilasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Namun bukannya insaf, residivis pencurian, kekerasan, dan narkoba ini, malah kembali membuat masalah. Kamis (2/4) lalu, ia dilaporkan karena membakar rumah mertuanya yang berada di Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Masih di hari kejadian pembakaran tersebut, Joni (46 tahun) yang merupakan mertua Nofriadi, melaporkan ke Polsek Koto Tangah.

Parahnya, penjahat berpengalaman itu mahir melarikan diri dari kejaran polisi. Ia bahkan tidak terlihat ketika diintai polisi di rumah orangtuanya di Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan. Proses pengejaran pun berlangsung hingga dua minggu.

Ternyata, Nofriadi masih bersembunyi di Kota Padang. Polisi mendapat informasi keberadaannya pada Kamis (30/4). Saat itu, Nofriadi ditangkap sedang mengendarai sepeda motor di dekat Hotel Ibis, Kecamatan Padang Utara.

“Perbuatan tersangka ini dilaporkan korban ke Polsek Koto Tangah. Jadi, sekarang tersangka kami serahkan ke Polsek Koto Tangah guna penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Padang, Kompol Rico Fernanda.

Rico membenarkan bahwa Nofriadi adalah salah seorang nara pidana (napi) asimilasi dari Lapas Padang. “Sekarang tercatat 4 orang napi asimilasi yang kita tangkap karena diduga melanggar hukum,” pungkasnya.

Sedangkan Kapolsek Koto Tangah, AKP Zabri Efino mengatakan bahwa Nofriadi sudah mengakui perbuatanya tersebut. Hal itu lantaran dirinya kesal dengan istrinya yang tidak pernah membesuknya ke lapas.

Jadi, setelah pelaku keluar dari penjara, Nofriadi langsung menemui istrinya itu. Nofriadi pun bertengkar dengan istrinya, karena memperebutkan hak asuh anaknya.

“Pertengkaran itu berujung pada tindakan tersangka yang langsung membakar rumah (orangtua, Red) istrinya,” ujar Zabri.

Informasi yang dihimpun Datiak.com, Nofriadi sudah tercatat tiga kali masuk penjara, yakni tahun 2015, 2017, dan 2019. Ia dilaporkan terlibat kasus narkoba, pencurian, hingga kekerasan dan pemberatan. (da.)

  • Bagikan