Sastra Lisan, Kekayaan Piaman yang Harus Dilestarikan

  • Bagikan
Salah satu penampilan Sastra Lisan Piaman yang masuk "sensus" RKB dan Forum Batajau Seni Piaman. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Geliat Forum Batajau Seni Piaman di tengah deraan wabah Covid-19 tidak berhenti. Demi mendapatkan data yang lebih valid mengenai kekayaan sastra lisan Piaman, organisasi ini bekerja sama dengan Ruang Kerja Budaya (RKB). Mereka menyelenggarana proses pemetaan dan pencatatan kekayaan budaya tersebut.

Salah seorang pegiat RKB, Sudarmoko, menjelaskan alasan pihaknya memilih Forum Batajau Seni Piaman sebagai mitra dalam kegiatan ini, karena dipercaya mampu mengakses sumber-sumber pendataan. Selain itu, Forum Batajau Seni Piaman juga memiliki tim pendokumentasian yang cukup mumpuni untuk menyelesaikan kegiatan.

“Ini adalah implementasi Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK), sebuah program dari Ditjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami melaksanakannya di 19 kabupaten/kota di Sumbar ini. Padangpariaman dan Kota Pariaman, kita bermitra dengan Forum Batajau Seni Piaman,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pendamping PKH Tanjung Mutiara Salurkan 30 Ton Beras

Ia menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk mendapatkan data menyeluruh tentang eksistensi seni sastra lisan, berikut pewarisnya di seluruh kawasan Sumbar. “Sastra lisan yang dimaksud adalah yang bersifat tradisi. Piaman kaya akan hal ini,” hematnya.

Untuk tahap awal, tambahnya, Forum Batajau Seni Piaman akan melaksanaan pendataan terhadap 10 item sastra lisan. “Kami sebenarnya menerima 20 data kekayaan itu dari Forum Batajau Seni Piaman. Kami berharap, sisanya nanti masih dapat kita eksekusi dalam kelanjutan program,” pungkas Sudarmoko.

Sedangkan Ketua Forum Batajau Seni Piaman, M. Fadhli, menjelaskan bahwa kekayaan tradisi lisan Piaman yang cukup dikenal antara lain karangan indang, dikia, hikayaik, dan sejumlah curahan atau hantaran dalam prosesi adat. Selain itu, masih ada ratusan sastra lisan yang semakin tidak popular, bahkan terancam punah, lantaran pewarisnya telah uzur.

BACA JUGA:  Ini Kawan, Pencegah KKN di Padangpariaman

“Upaya untuk pelestarian sastra lisan yang bersifat tradisi ini sebenarnya sudah banyak dilakukan. Misalnya kegiatan baraja pasambahan yang jamak di gelar di laga-laga. Namun tidak semua item tradisi yang dicover dalam kegiatan seperti ini,” cermat pria yang disapa Ajo Wayoik tersebut.

Untuk itu, lanjutnya, Forum Batajau Seni Piaman menarget pelaksanaan kerja tidak akan memakan waktu yang lama. “Kita berupaya bekerja seefektif mungkin dengan hasil semaksimal mungkin. Sejumlah nara sumber sudah kita akses. Tinggal proses syuting dan pencatatan saja,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan