Rumah Warga di Solsel Bisa Diseret Arus Batang Bangko

  • Bagikan
Kondisi dapur di dua rumah warga setelah diterjang luapan Batang Bangko di Kecamatan Pauhduo, Solsel. (Foto: Istimewa)

Solok Selatan | Datiak.com – Dua unit rumah warga di Solsel (Solok Selatan) diterjang luapan arus Sungai Bangko, Senin (29/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Tepatnya di Jorong Kampuang Baru, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauhduo. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, bagian belakang rumah permanen tersebut hilang terbawa arus sungai.

Syawal, salah seorang pemilik rumah menyebut, saat kejadian hujan turun deras. Setelah itu, pria 42 tersebut bersama keluarganya merasakan guncangan beberapa detik-detik. Ia mengira batu besar yang hanyut menimpa bagian belakang rumahnya. Ternyata luapan Sungai Batang Bangko menyeret dapur rumahnya hingga ke dasar sungai.

“Ketika saya sampai di pintu dapur, dapur sudah tidak kelihatan lagi. Kami sekeluarga memutuskan keluar dari dalam rumah dan mencari tempat yang aman saat peristiwa itu terjadi,” kata Syawal.

Saat kejadin, katanya luapan sungai mencapai ketinggian 2 meter dari dasar sungai. Peristiwa itu juga menimpa tetangganya Helmi. Bagian belakang rumahnya juga hilang diseret arus sungai. Untuk itu, Syawal dan Helmi berharap Pemkab Solsel melalui BPBD segera mungkin melakukan cekdam sungai di belakang rumahnya itu.

“Pascadapur rumah kami terseret arus, kini kondisi fondasi rumah kami sudah berlubang tergerus arus Sungai Batang Bangko,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Solok Selatan, Richi Amran mengatakan saat peristiwa itu terjadi pihaknya menurunkan personel Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Solsel ke lokasi. Malam itu juga, pihaknya mengevakuasi warga yang terdampak musibah tersebut. Takutnya terjadi bencana susulan lain dari luapan Batang Bangko. “Alhamdulilah, pada siangnya air sudah surut kembali,” sebutnya.

Diakuinya, rumah warga di Solsel yang terdampak bencana itu, pemiliknya sangat berharap adanya langkah antisipasi banjir susulan, seperti pemasangan beronjong atau cekdam tebing sungai. Pihaknya pun sudah mencatat aspirasi itu untuk diusulkan dalam penganggaran tahun depan.

”Tentunya ini menjadi cacatan mendesak bagi BPBD untuk memperbaikinya. BPBD belum merinci berapa jumlah kerugian yang dialami warga,” tutur Richi. (da.)

  • Bagikan