Ruang UGD RSUD Tuapejat Direkomendasikan untuk Tidak Dipakai

  • Bagikan
Salah seorang petugas BPBD Mentawai menunjukkan kerusakan pada dinding salah satu ruang UGD RSUD Tuapejat.
Foto: Dok BPBD Mentawai

Mentawai | Datiak.com – Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali guncang gempa. Kemarin, gempa berkekuatan 5,8 skala richter berpusat di Tuapejat, terjadi pukul 08.24 WIB. Dampaknya, sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan. Salah satunya ruang UGD RSUD Tuapejat.

Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, pasca terjadi gempa situasi dan kondisi masyarakat relatif aman. Tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, sejumlah bangunan dan sarana publik terdampak akibat gempa tersebut.

“Ada dua bangunan dan 1 sarana publik yang mengalami kerusakan dan pergeseran. Yakni satu unit ruang UGD RSUD Tuapejat,di Kecamatan Sipora Utara, serta beberapa bagian dinding bangunan Puskesmas Bosua, Kecamatan Sipora Selatan. Kemudian, juga satu unit trafo listrik di kawasan TPI Tuapejat mengalami pergeseran dan nyaris terjatuh,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Tujuh Rumah Terbakar, 13 KK Ditaksir Rugi Rp 1 Miliar

Hasil monitoring yang dilakukan tim BPBD Mentawai, imbuhnya, fasilitas kesehatan merekomendasikan agar ruang UGD RSUD Tuapejat yang mengalami retak, untuk sementara tidak difungsikan dulu. Hal ini demi keselamatan pasien dan tenaga medis yang bekerja di sana.

Sementara, untuk bangunan Puskesmas Bosua yang juga terdampak akibat gempa, masih kondisi aman dan tetap bisa difungsikan. Lalu untuk trafo PLN di kawasan TPI Tuapejat, katanya akan segera diperbaiki oleh pihak PLN.

Jarak dan Kedalaman Gempa

Gempa yang berpusat di 41 km laut Bumi Sikerei itu, turut dirasakan di sejumlah daerah di Sumbar. Terutama di Padang, Padangpariaman, Pariaman, dan Pesisir Selatan. Sehingga, gempa sempat membuat panik warga daerah tetangganya tersebut, karena guncangan terasa sangat kuat.

BACA JUGA:  Nomor Urut Pasangan Cabup dan Cawabup Ditetapkan

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya menyebutkan, gempa bumi di Mentawai dan sekitarnya, merupakan gempa tektonik atau gempa yang berpusat di daerah daratan. Koordinatnya di 2,06 LS dan 99,59 BT, yang berlokasi di darat pada jarak 1 kilometer arah timur Tuapejat dengan kedalaman 41 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” ungkapnya.

Katanya, guncangan gempa bumi di Mentawai turut dirasakan di Painan III-IV MMI, Padang, dan Pariaman III MMI. Getaran juga dirasakan di wilayah Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

BACA JUGA:  Peredaran Narkoba di Padang semakin Mencemaskan

Pihaknya mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian, dia juga meminta agar masyarakat menghindari diri dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. (da.)

  • Bagikan