Rabu, 28 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

RTLH di Tanahdatar Mencapai 12.439 Unit

Bupati Eka Putra saat melakukan audiensi dengan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi, terkait RTLH di Tanahdatar, Jumat (11/6). (Foto: Pemkab Tanahdatar)
364 pembaca


Tanahdatar | Datiak.com – Jumlah RTLH di Tanahdatar masih cukup banyak. Hingga saat ini, ada sekitar 12.439 unit RTLH (rumah tidak layak huni) yang perlu dibantu direnovasi. Dengan berbagai sumber anggaran, baik dari pemerintah daerah, provinsi, pusat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), corporate social responsibility (CSR), serta bantuan masyarakat maupun perantau.

“Untuk percepatannya, melalui kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar mengajukan usulan alokasi anggaran rehab rumah tidak layak huni dari APBN,” ungkap Bupati Tanahdatar, Eka Putra, usai melakukan audiensi dengan Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi, di Jakarta, Jumat (11/6).



Di sana, Eka Putra turut didampingi Plh Sekkab Edi Susanto dan Kadis PUPR Tanahdatar Nofi Hendri. Untuk itu, ia pun meminta doanya kepada seluruh masyarakatnya. Sehingga, upaya usulan bantuan untuk RTLH di Tanahdatar diakomodir pemerintah pusat.

“Semoga membawa dampak signifikan terhadap kemajuan daerah dan perbaikan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini,” harapnya.

Pemkab Tanahdatar tidak tinggal diam untuk mengupayakan percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor. Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir satu setengah tahun diakui mempengaruhi seluruh sektor ekonomi termasuk kondisi keuangan daerah.

iklan paralax post

“Pemerintah daerah harus kreatif, rajin dan gigih mencari program dan kegiatan dari pusat untuk dibawa ke Tanahdatar, dan diselaraskan dengan program dan kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan daerah,” katanya.

Kemampuan APBD Benahi RTLH di Tanahdatar

Kondisi APBD Kabupaten Tanahdatar yang terbatas, ditambah lagi refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, menurutnya semakin mengurangi porsi anggaran pembangunan daerah. “Kondisi ini tidak hanya terjadi di Tanahdatar, tetapi sudah menjadi permasalahan nasional bahkan secara global,” katanya.




“Ini tidak membuat saya dan Wakil Bupati Tanahdatar (Richi Aprian) patah semangat. Malah menjadi tantangan bagi kami untuk bisa membawa Tanahdatar lebih baik di tengah kondisi yang sulit ini,” lanjut Eka Putra.

Setelah sehari sebelumnya audiensi dengan Sekretris Jenderal Kementerian PUPR, Muhammad Zainal Fatah untuk usulan pembangunan bidang pekerjaan umum, secara lebih khusus dirinya melanjutkan pertemuan dengan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi, untuk membahas soal RTLH di Tanahdatar. (da.)

Avatar photo