Rp 145 Miliar Untuk Warga Terdampak Corona

  • Bagikan
Wagub Sumbar Nasrul Abit saat melakukan pemeriksaan suhu tubuh para pendatang di perbatasan Sumbar. Katanya, Pemprov Sumbar sudah mengalokasikan dana untuk stimulus warga terdampak corona. (Foto: Humas)

Padang | Datiak.com – Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran untuk warganya yang ekonominya terdampak corona atau Covid-19. Nilai sekitar Rp 145 miliar. Cara itu diyakini bisa menjaga stabilitas perekonomian di Ranah Minang tersebut.

Hanya saja, dana yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumbar itu, tidak disalurkan berupa uang tunai, melainkan kebutuhan pokok rumah tangga. Di antaranya beras, mie instan, telur, ikan kaleng, atau kebutuhan pokok lain.

“Ya, kita sudah siapkan semua (dana stimulus untuk warga terdampak corona, Red). Nilainya sekitar Rp 145 miliar,” ungkap Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis (2/4).

Katanya, bantuan stimulus yang disalurkan dalam bentuk paket kebutuhan pokok tersebut, bakal diberikan pihaknya kepada 359.910 jiwa masyarakat di Sumbar yang terdampak Covid-19. Jumlah itu diambil pihaknya dari 15 persen Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kabupaten/kota di Sumbar yang dikali lima.

BACA JUGA:  Dinilai Nepotisme, Warga Protes ke Kantor Wali Nagari di Pessel

“DTKS itu jumlahnya 476.219. Jika dikalikan lima hasilnya sekitar 2 juta jiwa lebih yang dinyatakan terdampak. Untuk itu, kita sepakati memberi 15 persen bantuan di masing-masing kabupaten/kota di Sumbar ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat terdampak Covid-19 yang akan mendapat bantuan stimulus tersebut, yaitu yang bekerja sebagai tukang ojek, pedagang kaki lima, atau pelaku industri kecil mengah (IKM).

“Tukang ojek bisa saja kehilangan pelanggannya karena kondisi saat ini. Sebab aktivitas banyak berlangsung di dalam rumah sekarang. Sedangkan tukang ojek bisa saja tidak masuk DTKS selama ini. Makanya, tukang ojek bisa saja menerima bantuan stimulus ini. Begitupun para pedagang kaki lima dan IKM,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ini Nomor Telepon Layanan Pencegahan Virus Corona

Kini, lanjut Nasrul, warga yang akan ditetapkan sebagai penerima bantuan stimulus itu, sedang didata oleh dinas sosial kabupaten/kota di Sumbar. Jika tahapan pendataan itu selesai, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan dirinya sudah menyampaikan agar bantuan langsung disalurkan. “Bantuan ini sudah disepakati berlangsung penyalurannya hingga 3 bulan ke depan,” pungkas mantan Bupati Pesisir Selatan itu.

Perkembangan Covid-19

Data yang dihimpun Datiak.com di website resmi Sumbar Tanggap Corona, Kamis (2/4), tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.937 orang. Jumlah itu terbagi atas 1.048 yang selesai pemantauan dan 1.889 orang dalam proses pemantauan.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 61 orang yang terdiri dari 13 orang masih dirawat, 1 orang meninggal masih menunggu hasil, dan 74 orang sudah dipulangkan setelah dinyatakan sehat.

BACA JUGA:  Tiga Oknum ASN di Mentawai jadi Tersangka

Selanjutnya pasien yang dinyatakan positif covid-19 sebanyak 13 orang. Yakni 8 orang di antaranya dalam perawatan, 4 orang diisolasi di rumah, dan 1 orang meninggal. Sampai saat ini, di Sumbar belum terdapat pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh. (da.)

  • Bagikan