Kamis, 9 Februari 2023

Datiak.com

Berita Terbaru Hari Ini dan Informasi Terkini

Rendang Uni Lili di Solok Selatan, Diminati Jepang dan AS

Dua pekerja terlihat sedang memasak Rendang Uni Lili. Sekarang, rendang yang diproduksi di Solsel ini sangat diminati di pasaran Asia, Eropa serta Amerika. (Foto: Ist)
552 pembaca

Awal mula diperkenalkan di salah satu kampus kedokteran di Purwakerto, kini produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) rendang Uni Lili di Solok Selatan tembus pasar Asia dan Eropa. Bahkan bumbu rendang menjadi permintaan terbanyak di Jepang dan Amerika. Seperti apa?

USAHA Rendang Uni Lili di Solok Selatan terletak di Simpang Tiga Sungai Tintin, Jorong Durian Taruang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solok Selatan, Sumatera Barat. Awal UMKM itu dibuka tahun 2016, Ermaneli, selaku pelaku UMKM Rendang Uni Lili, hanya menyerap 3 orang tenaga.

Sekarang, dia telah memiliki 12 tenaga kerja. Pekerjanya memiliki tugas masing-masing. Ada spesialis mengolah rempah-rempah, lalu khusus memasak rendang.

Sekarang, usaha rendang Ermaneli tersebut kian eksis di sejumlah provinsi di Indonesia. Tidak hanya menembus pasar nasional saja, tapi peminatnya juga datang dari pasar Asia, Eropa, serta Amerika. Pasalnya, pemasaran produk rendang itu tidak secara manual saja, tetapi juga online.

Poduk makanan khas Minang, Rendang Uni Lili di Solok Selatan, awalnya di perkenalkan anaknya bernama Ririn ketika menimba ilmu di Fakultas Kedokteran, Universitas Jendral Soedirman Purwakerto, Provinsi Jawa Tengah. Rendang yang sering dikirim Ermaneli saat itu, dibagi-bagikan anak sulungnya ke teman di kampus, tetangga kos, dan ke dosen tempat ia menimba ilmu.

Dari coba-coba terasa lezatnya, sehingga pihak kampus menyarankan agar rendang ini dibuat lebih banyak dan dipasarkan di Purwakerto. Bahkan kampus kedokteran itu membantu pemasarannya secara online, hingga sekarang sudah maju dengan banyaknya permintaan luar negeri.

“Beda produk rendang kita dengan yang lain, bumbunya baru dan diolah sesuai kebutuhan untuk resep rendang daging sapi ini,” ucap Ermaneli, 53, pelaku UMKM Rendang Uni Lili di Solok Selatan, kemarin (21/6/2022).

Permintaan dalam dan luar negeri banyak setiap minggunya, karena produk usaha makanan rendang Uni Lili ini sudah memiliki sertifikat halal. Lalu sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan sertifikat Badan Pengelola Obat dan Makanan (BPOM). Pengurusan sertifikat ini menurut ibu tiga anak itu sangatlah sulit, terutama sertifikat SNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *