Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Rena Ali Mukhni Ajak Masyarakat Peduli dan Menjaga Lansia

  • Bagikan
Ketua TP-PKK Padangpariaman Rena Ali Mukhni saat berbincang dengan salah seorang lansia. Ia pun mengajak masyarakat ikut menjaga lansia. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Ketua TP-PKK Padangpariaman, Rena Ali Mukhni mengajak masyarakat untuk peduli dan menjaga lansia (lanjut usia). Terutama kepada para lansia yang kini di panti sosial. Sehingga, kehidupan lansia di sana tidak diselimuti rasa kesepian.

“Kami berterima kasih kepada para pengurus panti sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih yang telah merawat bapak/ibu lansia di sini. Semoga Allah SWT membalas jasa mereka dengan pahala berimpah,” ujar Rena saat Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun) di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih, Selasa (28/7).

Kendati begitu, baginya menjaga lansia bukan sekadar tanggung jawab panti sosial. Jadi, ia berharap setiap masyarakat peduli dan memberikan perhatian kepada kalangan orang tua tersebut. “Lansia di sini orang tua kita bersama. Artinya, kita harus bersama-sama menjadi penghibur mereka,” ajaknya.

Menambahkan, Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai menilai kepedulian terhadap lansia di panti sosial sangatlah penting dipupuk. Dengan begitu, masyarakat, terutama kalangan muda, semakin mencintai orang tuanya.

“Kegiatan ini dilakukan oleh ibu Ketua PKK bersama para kadernya, untuk memotivasi masyarakat agar peduli terhadap bapak/ibu lanjut usia. Sebab, orang tua tanggung jawab utama anaknya. Sedangkan lansia di panti sosial, tanggung jawab kita bersama untuk memperhatikannya,” hemat mantan Kepala DPPKB Padangpariaman itu.

Sedangkan Kepala Sesi Pelayanan Kebutuhan Jompo Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih, Mahasir, menjelaskan bahwa panti tersebut dihuni 110 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai tempat. “Bapak/ibu lansia di sini semuanya diantarkan oleh keluarganya,” ungkap Mahasir.

Selama pandemi Covid-19, imbuhnya, lansia di sana dilarang keluar dari pagar panti. Namun, memasuki masa new normal, pihaknya mulai mengajak mereka liburan ke sejumlah objek wisata.

“Lama berkurung, sekarang kita mengajak bapak/ibu di sini rekreasi untuk mengurangi stres,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga mengisi kegiatan para lansia tersebut dengan pelatihan keterampilan, senam, kesenian, dan pengajian. “Ukuran kapasitas panti ini belum mencukupi sehingga masih diperlukan perbaikan dan pembenahan lebih lanjut,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan