Rajanya Organisasi Mahasiswa Terus Terjun Menolak UU Cipta Kerja

  • Bagikan
Rajanya organisasi mahasiswa atau Cipayung Plus saat berorasi di depan Kantor Gubernur Sumbar menolak UU Cipta Kerja. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Penolakan terhadap UU Cipta Kerja terus bergulir di Sumbar. Kamis (15/10), rajanya organisasi mahasiswa di Tanah Air ini, berorasi di depan Kantor Gubernur Sumbar. Mereka mendesak agar Pemprov Sumbar menyatakan penolakan terhadap UU Ciptaker yang disahkan DPR RI, Senin (5/10).

Hanya saja, sesampai di depan Kantor Gubenur Sumbar, ternyata Gubenur Sumbar tidak berada di kantornya. Sehingga, para mahasiswa yang merasa kecewa, melakukan aksi bakar ban mobil di jalan raya depan “Rumah Bagonjong” itu. Untungnya, tidak ada tindakan kerusuhan di sana.

Aksi ratusan aktivis mahasiswa itu tampak dikawal ketat personel Polres Padang yang dipimpin oleh Kapolres Padang AKBP Imran Amir. Pengawalan dilakukan sejak massa berjalan kaki dari simpang Kandang menuju Kantor Gubenur.

BACA JUGA:  Mengenali Tanda-tanda Persalinan Penting bagi Calon Ibu dan Ayah

Seperti diketahui, rajanya organisasi mahasiswa tersebut, lebih dikenal dengan nama Cipayung Plus. Di dalamnya terdapat sejumlah organisasi mahasiswa yang terkenal di Indonesia. Di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Organisasi ini sekarang memang menolak keras disahkannya UU Ciptaker.

Ketua Umum PMII Kota Padang, Muharsyad Al Azip mengatakan, pihaknya akan terus menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja, sehingga Pemprov dan DPRD Padang memberikan dukungan. Sebab, permasalahan UU Ciptaker dinilai bisa berdampak buruk, apabila tidak disikapi serius.

“Kami tidak ingin permasalahan yang mengakar di masyarakat ini berujung dengan sikap diam. Sama seperti kejadi UU KPK yang disahkan secara mendadak,” ungkap aktivis yang dekat disapa Irsyad tersebut.

BACA JUGA:  Inspektorat bakal Periksa Laporan Dana BOS di Padangpariaman

Untuk itu, ia dan rekan-rekannya di organisasi Cipayung Plus Padang memastikan bakal mengawal masalah UU Ciptaker sampai tuntas. Dan keputusan pihaknya mendatangai Gubernur Sumbar, lantaran menilai pemilik BA 1 itu mempunyai hak veto untuk menjunjung tinggi aspirasi rakyat.

“Kami ingin Gubernur menyatakan sikap dalam video singkat bahwa dia menolak UU Ciptaker. Kami maunya Gubernur ini menjenguk anak-anaknya, bukan anak-anaknya yang sibuk menjenguknya,” sindir Irsyad.

Irsyad dan rekan-rekannya mengaku kecewa, karena Gubenur Sumbar yang dekat dengan rakyat tidak berada di tempat. “Kami membakar ban, karena kecewa Gubenur tidak berada di tempat,” ungkapnya. (da.)

  • Bagikan