PSBB Diperpanjang, Penegakan Aturan Dipertegas?

  • Bagikan
gubernur sumbar saat menjelaskan perpenjangan PSBB
gubernur sumbar saat menjelaskan perpenjangan PSBB

Padang – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Sumbar resmi diperpanjang mulai besok (6/5) hingga 19 Mei 2020. Hal itu diungkapkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada awak media di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (5/5).

Keputusan memperpanjang PSBB, kata Irwan, ditetapkan saat pihaknya rapat via telekonferensi dengan seluruh bupati/wali kota di Sumbar. Untuk pelaksanaannya, dipastikan lebih mempertegas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020.

Alasan diperpanjangnya PSBB, lanjut Irwan, karena status tanggap darurat nasional, Provinsi Sumbar, ataupun kabupaten/kotanya di Sumbar, berakhir pada 29 Mei 2020. Selain itu, keputusan tesebut sebagai upaya antisipasi peningkatan orang keluar-masuk Sumbar saat lebaran nanti.

“Kemungkinan nanti bisa saja (PSBB, Red) diperpanjang lagi sampai 29 Mei 2020. Kita lihat dulu situasi ke depan bagaimana,” kata Irwan yang didampingi Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, Kasrem 032/Wbr, dan Kejati Sumbar.

Untuk teknis pelaksanaan PSBB tahap dua di Sumbar, kebijakannya diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota. Hal itu agar pelaksanaannya tetap tetap menjaga kearifan lokalnya. Katanya, berdasarkan evaluasi PSBB tahap pertama, PSBB tahap kedua dipastikan bakal lebih tegas penerapannya.

“Dalam dua minggu penerapan PSBB pertama, kami melihat lebih baik dibanding tidak ada PSBB. Walau begitu, tahap kedua harus lebih tegas. Misalnya menyangkut larangan orang keluar-masuk Sumbar ataupun antar kabupaten/kota,” ujarnya.

Memang, ia mengakui tidak ada sanksi dalam Permenhub ataupun Permenkes tersebut. Namun, semuanya diproses oleh Polda Sumbar melalui ketentuan dalam KUHP. Contohnya soal lalu lintas dan kerumunan orang.

“Kami sangat mengapresiasi jajaran Polda Sumbar yang telah mengimbau agar para perantau tidak mudik,” ujar Irwan.

Sedangkan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto memastikan pihaknya akan memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan PSBB tahap dua di Sumbar.

“Sikap reaktif kami dari kepolisian tetap humanis selama PSBB. Namun, kami akan kenakan delik apabila ada masyarakat tidak mematuhi aturan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat Sumbar, khusus perantau agar tidak mudik sementara waktu. Hal ini penting guna dalam mencegah meningkatnya kasus covid-19 di Sumbar. (da.)

  • Bagikan