Minggu, 25 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Program GEIPP Indonesia Tingkatkan Keberlanjutan Kawasan Industri

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah), didampingi Dirjend Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional di Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto (kiri). (Foto: Kemenperin)
209 pembaca

Jakarta | Datiak.com – Program GEIPP Indonesia (Global Eco-Industrial Park Programme-Indonesia) dibentuk untuk mewujudkan kawasan industri yang berkontribusi pada pembangunan industri inklusif dan berkelanjutan.

Program ini buah kerja sama Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Kehadiran program GEIPP Indonesia bentuk komitmen nyata Kemenperin yang terus menggalakkan pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan atau Eco-Industrial Park (EIP), guna meningkatkan daya saingnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, program GEIPP Indonesia adalah langkah konkret untuk menjaga lingkungan dengan menciptakan desain hijau dari infrastruktur, perencanaan, dan penerapan konsep produksi bersih.

”Program ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih cepat dari target NZE nasional di tahun 2060,” katanya, baru-baru ini.

Hingga saat ini, sudah ada tiga pilot project program GEIPP Indonesia, melibatkan Kawasan Industri Batamindo, Karawang International Industrial City (KIIC), dan Kawasan Industri MM2100. Program ini telah membawa dampak besar terhadap pelestarian lingkungan berkelanjutan dalam sektor perindustrian.

“Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi industri 4.0. Eco-Industrial Parks (EIPs) dengan penerapan persyaratan EIPs dalam aspek manajemen kawasan, lingkungan, sosial dan ekonomi,” jelas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Penandatanganan the Project Document for Global Eco-Industrial Parks Programme Phase II – Indonesia: Country-Level Intervention Project 2024-2028 pada 3 November 2023 menandai dimulainya Fase II dari proyek program GEIPP Indonesia. Olivier Zehnder, Duta Besar Swiss untuk Republik Indonesia, dan Salil Dutt, Chief Technical Adviser UNIDO, turut hadir dalam acara tersebut.

Proyek GEIPP fase II, yang akan efektif dimulai pada 1 Januari 2024, menunjukkan keseriusan Kemenperin dalam mengubah kawasan industri menjadi kawasan yang berwawasan lingkungan. Eko S.A. Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, mengungkapkan beberapa program tambahan dalam fase ini.

“Proyek fase II ini mencakup penambahan 2 (dua) KI pilot project, yaitu Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Industri Deltamas. Selain itu, ada program pembentukan EIP Center di gedung PIDI 4.0 Jakarta Selatan, serta program EIP untuk Kawasan industri greenfield investment,” kata Cahyanto.

Sebagai bentuk apresiasi pada perusahaan Kawasan Industri yang berpartisipasi dalam program GEIPP Indonesia fase I, Menperin memberikan penghargaan kepada Kawasan Industri Batamindo, Karawang International Industrial City (KIIC), dan Kawasan Industri MM2100 dalam acara Apresiasi Resilience and Sustainable Industry.

“Kami mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diperoleh untuk Kawasan Industri dengan kategori Apresiasi Eco Industrial Park yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian,” ujar Sanny Iskandar, Direktur Karawang International Industrial City (KIIC).

”Tentunya kami akan terus fokus atas industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dimana kami terus bersinergi dengan pemerintah untuk pengembangan industri yang erat kaitannya dengan aspek Environmental, Sosial, Governance (ESG). Ke depannya hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, digitalisasi, daya saing, efisiensi energi dan industri yang ramah lingkungan,” sambungnya. (*)