Iklan Melayang
Iklan Melayang

Produk Lokal Pesisir Selatan Masih Butuh Pengembangan

  • Bagikan
Kabid Perencanaan Ekonomi dan Pengembangan Wilayah, Roza Afrila, bersama Kabid Perindustrian Dinas Koperindag UMKM dan Pasar, Asrul Sani, saat mencicipi produk lokal Pesisir Selatan yang disajikan dalam program RIF II. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Pesisir Selatan | Datiak.com – Badan Perencanaan Daerah Penelitian dan Pembangunan (Bapedalitbang) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus mendorong pengembangan produk lokal Pesisir Selatan. Salah satunya melalui kegiatan temu bisnis antara pengusaha dengan kelompok binaan program Responsive Innovative Fund (RIF) II, yang merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Kanada.

Temu bisnis yang diselenggarakan di Painan Kecamatan IV Jurai Jumat (12/3) itu, diikuti sembilan kelompok pelaku usaha yang menghasilkan produk berbagai jenis makanan dan minuman di Pessel. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabid Perencanaan Ekonomi dan Pengembangan Wilayah Bapedalitbang Pessel, Roza Afrila. Hadir juga Kabid Perindustrian Dinas Koperindag UMKM dan Pasar, Asrul Sani.

banner 336x280

Roza Afrila menjelaskan, Pessel merupakan salah satu kabupaten dari enam kabupaten di Indonesia sebagai penerima hibah program pengembangan ekonomi lokal dalam skema Dana Inovasi Responsif atau RIF tahap dua periode 2019-2020. Melalui kerja sama itu maka kelompok masyarakat atau pelaku usaha mendapatkan pembinaan dalam mengembangkan produk-produk lokal yang dimiliki.

“Tujuannya agar produk lokal yang diunggulkan tersebut bisa maju dan berkembang. Dan ini sudah dirasakan oleh sembilan pelaku kelompok usaha yang hadir pada pameran produk unggulan yang mereka kembangkan itu,” ungkapnya.

Katanya, masyarakat yang tergabung sebagai pelaku usaha, dipertemukan langsung dengan pengusaha atau pemilik hotel, kafe, restoran, dan pemilik swalayan. “Melalui temu bisnis ini, mereka bisa menawarkan produk makanan atau minuman yang mereka kembangkan. Contohnya di sini ada frozen food berbahan dasar ikan, sirup jeruk, sirup nipah, selai nipah, teri berselimut, keripik kemplang, stik ikan, es krim durian, dodol durian, dan banyak lagi,” jelasnya.

Upaya Pengembangan

Sedangkan Kasubid Perencanaan Ekonomi, Fera Eza Safitri, yang juga hadir dalam kesempatan itu, menilai bahwa berbagai produk lokal Pesisir Selatan yang dihasilkan oleh kelompok usaha masyarakatnya, masih membutuhkan sejumlah pengembangan.

“Kita masih mengharapkan kerja sama dari dari semua pihak agar berbagai produk yang dihasilkan tersebut lebih maju dan lebih berkembang lagi. Saat ini, dari berbagai produk yang ditampilkan pada temu bisnis ini, sudah ada diantaranya yang dalam proses izin,” ujarnya.

Ditambahkan lagi, apa yang dilakukan melalui Program RIF II yang dimulai sejak Juli 2019 lalu itu merupakan wujud dari program Pessel dalam mengembangkan produk unggulan untuk peningkatan perekonomian daerah.

“Dengan telah dilaksanakannya kegiatan temu bisnis ini, maka telah berakhir pula rangkaian kegiatan proyek RIF II yang diawali sejak Juli 2019 lalu. Namun di daerah kita tetap melakukan pembinaan agar apa yang sudah dicapai saat ini bisa terus berkembang di masa datang,” timpalnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan