Pro-Kontra Kampung Eropa, Korea dan Jepang di Lembah Harau

  • Bagikan
Suasana kunjungan objek wisata kampung Eropa di Harau sebelum akhir tahun 2019 lalu. (Foto: Istimewa)

Payakumbuh | Datiak.com – Meski disoroti tak mencerminkan kebudayaan daerah Indonesia, khususnya Minangkabau. Namun, wahana kampung Eropa, Jepang dan Korea yang dibangun di kawasan Harau positif mendongkrak tingkat kunjungan ke objek wisata Lembah Harau.

”Alhamdulillah, wahana kampung Eropa, Korea dan Jepang, cukup diminati pengunjung. Tak hanya pengunjung lokal, wisatawan mancanegara juga mengunjungi tempat ini. Terutama, warga negara Jepang dan Korea yang merasa bangga dengan ditampilkannya wahana miniatur negaranya,” sebut Ustad Satriawan, pengelola wahana kampung dunia di kawasan Harau, Kamis (17/12).

Dirintis sejak sekitar 15 tahun lalu, ketika sejumlah kawasan di Lembah Harau masih belum terkelola. Kemudian, salah seorang pengusaha mulai menata dan membangun sarana bermain. Kemudian, dikembangkan dengan ide-ide untuk menarik kunjungan, hingga akhirnya ditemukan peluang untuk hal baru yang lebih menarik.

”Wahana kekinian itu dibangun berdasarkan keinginan dan kebutuhan pasar. Sebagai usaha pariwisata, tentunya orientasinya bisa berdampak bagus pada tingkat kunjungan, lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan tentunya keuntungan,” terang pengelola yang biasa disapa Ustad Iwan ini, kemarin.

BACA JUGA:  Ibu dan Anak Tersangkut Kabel Listrik di Tiku

Namun dirinya sebagai pengelola, sangat menyayangkan postingan di media sosial terkait keberadaan wahana yang dianggap mengadopsi budaya luar. Padahal, hanya sebatas wahana bermain dengan target kunjungan. Lagipula, menurut Ustad Iwan, selain kampung Eropa, Jepang dan Korea yang hanya bersifat temporer itu, jauh sebelumnya penginapan dan ruang pertemuan dibangun dengan pola rumah adat Minangkabau.

”Sehingga menurut kita, sangat dini menyatakan sebuah wahana bermain di suatu kawasan dikatakan mengadopsi budaya lain. Apakah dengan menampilkan budaya luar untuk kepentingan hiburan, wisata akan diadopsi oleh pengunjungnya, menurut kita tidak. Bahkan, sebaliknya mampu menjadi wahana edukasi menambah wawasan untuk kekayaan mengenal beragam kebudayaan dunia,” tambah Iwan.

BACA JUGA:  Sahladi-Maskar Ajukan PHPKada ke MK

Tak hanya Lembah Harau, Purwokerto misalnya, juga ada taman miniatur dunia yang disebut Small World Purwokerto. Sebuah tempat rekreasi sekaligus wahana edukasi yang berisi berbagai miniatur mahakarya luar biasa yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Di Bandung, Jawa Barat misalnya, juga terdapat wahana dengan nuansa Eropa klasik. Begitu juga di Merapi Park, di Yogya ada The World Landmarks, di sana ada miniatur dari beberapa ikon terkenal kota-kota besar di seluruh dunia.

Menurut Iwan, perdebatan pro-kontra soal wahana bermain berupa perkampungan dunia di Lembah Harau perlu dipertimbangkan lagi. Sebab, mungkin ada sejumlah alasan dengan keberadaan wahana bermain bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan Pemkab Limapuluh Kota.

Respons Kadisparpora

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Limapuluh Kota, Nengsih membenarkan, keberadaan wahana kampung dunia di salah satu kawasan Lembah Harau berdampak positif terhadap kunjungan ke Lembah Harau.

BACA JUGA:  Delapan Kios di Lubuk Alung Habis Terbakar

”Tentu saja dengan keberadaan wahana baru, menambah ketertarikan pengunjung ke Lembah Harau. Karena berada dalam kawasan Lembah Harau, tentunya tiket masuk akan bertambah dengan banyaknya kunjungan,” ucap Kadisparpora, Nengsih, Kamis (17/12).

Menurut Kadisparpora, sejak tahun 2019 target pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata Harau sebesar Rp 1,8 miliar. Kemudian tahun 2020 Rp 2 miliar. “Karena di masa pandemi sepertinya target sulit tercapai, kita lihat nanti hingga akhir tahun,” kata Nengsih sedikit pesimis.

Terpisah, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra menilai, boleh bikin destinasi sesuai kemajuan zaman tapi jangan meninggalkan budaya kita. ”Seperti taman mini lah, ada Eropanya, ada Koreanya juga ada Minangkabau,” sebut politisi muda yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Limapuluh Kota ini. (da.)

  • Bagikan