Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

PPKM Darurat di Kota Pariaman, 6 Titik Jalan Ditutup

  • Bagikan

Pariaman | Datiak.com – Wali Kota Pariaman Genius Umar gerak cepat mengambil kebijakan melakukan PPKM Darurat di Kota Pariaman, Minggu (18/7/2021). Hal itu lantaran tingginya peningkatan kasus Covid-19 di Kota Pariaman beberapa minggu terakhir, sehingga Pariaman pun menjadi zona merah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Kota Pariaman yang berada pada level 3, kemarin naik ke level 4. Artinya, Kota Pariaman berada pada zona merah. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Pariaman pun ditetapkan setelah Pemko Pariaman menggelar rapat bersama Forkopimda di Hotel Safari Inn, Sabtu (17/7/2021).

“Dengan berada pada zona merah atau level 4, Kota Pariaman akan lakukan PPKM Darurat di Kota Pariaman,” ungkap Wali Kota Pariaman Genius Umar usai mengadakan rapat.

Penetapan level wilayah pada Covid-19 berpedoman pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat, dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Saat rapat penetapan PPKM Darurat di Kota Pariaman, imbuh Genius, banyak masukan dan laporan dari Forkopimda yang ia terima saat rapat tersebut.

Sedangkan Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana, mengatakan bahwa semenjak tanggal 5 Juli 2021 kasus positif di wilayah Kota Pariaman terus meningkat. Ini disebabkan karena masih adanya potensi kerumunan di area publik, masih kurangnya kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan.

“Polres Pariaman yang dibantu oleh Kodim 0308 Pariaman, Dinas Perhubungan Kota Pariaman dan SatpolPP Kota Pariaman akan melakukan penyekatan bagi masyarakat yang akan memasuki Kota Pariaman. Termasuk mengaktifkan Satgas Covid 19 Kota Pariaman sampai ketingkat desa/kelurahan,” ujar kapolres.

Dandim 0308 Pariaman Letkol Czi Titan Jatmiko juga sepakat dengan usulan yang diberikan Wali Kota Pariaman dan Polres Pariaman. Ia menambahkan agar Pemko Pariaman lebih memberikan pengertian kepada masyarakat terkait PPKM Darurat di Kota Pariaman. Yakni dengan meningkatkan lagi sosialisasi dan segera lakukan imbauan kepada masyarakat terkait penutupan objek wisata.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora. Ia melihat masih kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih gencar agar masyarakat paham akan bahaya Covid-19. Aktifkan juga sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang bawah.

Memperhatikan usulan tersebut, Genius Umar menjelaskan bahwa PPKM Darurat di Kota Pariaman bakal dimulai dengan penyekatan pada 6 titik di Kota Pariaman. Yakni di Jembatan Kuraitaji, Jembatan Sampan, Jembatan Sunur, Simpang Apar, Pantai Gandoriah, dan Simpang Lapai. Selain itu, dilakukan patroli keliling untuk melakukan pantauan.

Begitu juga dengan seluruh objek wisata di Kota Pariaman terpaksa ditutup selama pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Pariaman. Penutupan sementara seluruh objek wisata di Kota Tabuik ini, bakal ditandai dengan pemasangan larangan masuk.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan petugas dilapangan, yang terdiri dari Polisi, TNI, SatpolPP dan Dinas Perhubungan, untuk memastikan tidak ada wisatawan dan pengunjung yang mengunjungi destinasi Kota Pariaman. “Kami minta para pedagang-pedagang yang berjualan di sepanjang Pantai dan kawasan wisata, dapat mengikuti arahan dan menaati, penutupan saat PPKM Darurat di Kota Pariaman,” ujarnya.

Untuk izin keramaian seperti pesta, bagi masyarakat yang pestanya dilaksanakan dalam seminggu ke depan, akan diberi izin dengan syarat tenda harus terbuka samping kiri dan kanan. Lalu dijaga ketat oleh tim Satgas Covid-19 Kota Pariaman. Apabila ditemui pelanggaran dalam pesta tersebut, pesta akan dibubarkan.

“Karena zona merah, untuk tahun ini Pemko Pariaman terpaksa tidak menggelar Salat Idul Adha di halaman Balai Kota Pariaman,” ujarnya.

Ia menganjurkan warga Kota Pariaman untuk shalat di rumah namun bagi yang ingin melaksanakan shalat di masjid, wajib menerapkan prokes yang ketat. Bagi yang ingin masuk ke Kota Pariaman, harus memperlihatkan sertifikat vaksin.

Sementara pedagang pasar khusus pasar pagi akan dirapikan dan sesama pedagang diberi jarak dengan lokasi di terminal lama kampung pondok. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dimulai 18-25 Juli 2021, atau seminggu ke depan.

Ia berharap PPKM Darurat di Kota Pariaman ini hanya berlaku selama 1 satu minggu ini dan tidak ada perpanjangan. Sehingga, pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian warga saat ini bisa pulih kembali. Tentunya hal ini harus diiringi dengan kesadaran warga selalu mematuhi prokes Covid-19 agar terputusnya penyebaran Covid-19. Bagi yang melakukan isolasi mandiri, untuk tetap bertahan di rumah agar Kota Pariaman bisa keluar dari zona merah.

Percepat Capaian Vaksinasi

Usai rapat PPKM Darurat di Kota Pariaman, Genius langsung mengumpulkan camat dan seluruh kepala desa serta bhabinkamtibmas untuk memaksimalkan capaian vasinasi. Hal ini bertujuan untuk membentuk kekebalan komunitas.

Genius menyebut dari 4 Kecamatan yang ada di Kota Pariaman, Kecamatan Pariaman Selatan ini yang sangat rendah angka warganya yang ikut vaksinasi. “Bahkan ada desa yang belum ada sama sekali warganya yang ikut vaksinasi covid-19,” ujar Wali Kota Pariaman, Genius Umar.

Ia berharap seluruh masyarakat Kota Pariaman, mulai dari desa, kelurahan, kecamatan sampai di tingkat Kota Pariaman, gencar untuk mensosialisasikan vaksinasi yang telah digagas oleh Pemerintah Pusat, dan wajib untuk diikuti. Ia menegaskan seluruh perangkat desa harus sudah divaksin.

Bagaimana warga mau divaksin jika perangkat desa saja tidak mau divaksin. “Saya sudah menekan Perwako apabila ada ASN dan non ASN yang belum divaksin, akan kita berhentikan sementara,” tegasnya.

Dari hasil diskusi dengan para kepala desa dan Bhabinkamtibmas ini, didapati bahwa kendala di desa warganya tidak mau di vaksin. Beredarnya berita hoaks tentang vaksinasi ini, dan juga kurangnya sosialisasi kepada masyarakat yang ada di desa.

Ia berharap setelah rakor tersebut, para kepala desa dan Bhabinkamtibmas, dapat mensosialisasikan vaksinasi ini di desanya masing-masing, sehingga angka vaksinasi naik.

Satgas Langsung Sosialisasi

Usai rapat, malamnya Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Pariaman melakukan sosialisasi penerapan PPKM Darurat di Kota Pariaman, Sabtu malam (17/7/2021). Sosialisasi diawali dengan apel gabungan tim satgas Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan BPBD dihalaman Balaikota Pariaman.

“Tim satgas Covid-19 dalam sosialisasi ini dibagi menjadi 2 tim yang dipimpin oleh Polri dan TNI,” ungkap Kasatpol PP dan Damkar Kota Pariaman Elfis Chandra usai memimpin apel gabungan.

Sosialisasi ini dilaksanakan bertujuan agar seluruh masyarakat di Kota Pariaman mengetahui bahwa mulai Minggu (18/7/2021) Kota Pariaman akan menerapkan PPKM Darurat di Kota Pariaman. Elfis Chandra menambahkan untuk penegakkan PPKM, pihaknya bersama Tim satgas Covid-19 Kota Pariaman akan mengedepankan pendekatan persuasif tegas dan humanis.

“Pendekatan yang tegas humanis karena saat ini telah banyak beredar oknum-oknum yang mengatasnamakan petugas PPKM Darurat di Kota Pariaman berlaku arogan. Kita tidak menginginkan hal itu terjadi di Kota Pariaman,” ujarnya.

Tanggapan Wisatawan dan Pedagang Soal PPKM Darurat di Kota Pariaman

Sementara itu, pemberlakuan PPKM Darurat di Pariaman membuat wisatawan dan pedagang pasrah. Sebab, di Pantai Gandoriah terlihat spanduk besar yang bertuliskan penutupan objek wisata juga dijaga sejumlah aparat keamanan.

Fitnawati (35 tahun), warga Kudugantiang Padangpariaman yang hendak mengajak anaknya berwisata ke Pantai Gandoriah, terpaksa putar balik karena mengaku tidak tahu ada PPKM Darurat di Kota Pariaman.

“Tadi pas mau kesini banyak yang bilang pantai ditutup, saya lanjut saja karna sudah terlanjur janji ke anak-anak. Bagaimana lagi terpaksa putar balik pulang,” ujarnya.

Kawasan wisata Gandoriah Pariaman yang biasa padat pengunjung pada hari libur terlihat sepi. Bendi yang biasanya membawa pengunjung terlihat hanya berputar-putar.

Rida (39 tahun), pedagang oleh-oleh khas Pariaman seperti ladu, emping melinjo dan emping jengkol mengaku pasrah dengan kondisi sekarang. “Mau mengeluh pun rasanya tidak ada artinya karena memang saat ini Pariaman sedang berada pada zona merah,” kata Rida.

“Jadi bagaimana lagi, semoga Pariaman segera keluar dari zona merah sehingga objek wisata di buka lagi dan perekonomian bisa membaik, karena penghasilan kami pedagang di pantai ini, ya dari kunjungan wisatawan,” imbuhnya. (da.)


Temukan berita Pariaman hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan