Iklan Melayang
Iklan Melayang

Positif Covid-19 di Padang Terus Melonjak Tajam

  • Bagikan
Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menjelaskan upaya pihaknya menekan angka positif Covid-19 di Padang yang terus bertambah. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Padang | Datiak.com – Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Padang tak terbendung. Pasalnya, penambahan kasus terus terjadi setiap harinya. Jika Rabu dan Kamis (14-15/10) tercatat sebanyak 272 dan 250 kasus positif, Jumlah (16/10), kasus positif Covid-19 di Kota Bengkuang itu lebih memprihatinkan lagi. Yakni sebanyak bertambah 330 kasus. Kini, total kasus positif Covid-19 di sana tercatat mencapai 5.550 kasus.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, menjelaskan bahwa penambahan kasus positif Covid-19 di Padang tersebut kebanyakan berasal dari klaster perkantoran. “Rata-rata berstatus tanpa gejala dan usianya beragam. Bahkan ada yang bayi juga,” imbuhnya.

banner 336x280

Jasman menambahkan para pasien positif terkonfirmasi Covid-19 itu kini ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, karantina, dan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. “Bagi yang gejalanya ringan diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan syarat punya ruangan khusus dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Sedangkan pasien positif dengan gejala sedang, lanjut Jasman, bakal menjalani karantina di tempat karantina. “Nah yang gejalanya berat dirawat di rumah sakit,” jelas Jasman yang kini juga diamanahkan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menjadi Pjs Bupati Solok Selatan.

Dengan terus bertambahnya angka kasus positif Covid-19, Jasman meminta kesadaran diri masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai arahan dari pemerintah. “Segala tindakan telah kita upayakan, tapi masyarakat masih banyak yang cuek dan abai, bahkan ada yang tidak percaya dengan Covid-19. Karena itu kita minta kesadaran masyarakat untuk ikuti protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sikap Pemko Padang

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa juga mengimbau warga untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga daya tahan tubuh.

Menyikapi lonjakan kasus positif Covid-19, dia telah menekankan jajarannya, agar lebih maksimal dalam berbagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19. “Kalau pun tidak bisa mengubah zona merah menjadi zona kuning minimal kita bisa zona oranye dalam beberapa waktu ke depan. Kita berharap semua elemen masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah dalam hal ini,” ujarnya.

Jika menilik awal pandemi di Kota Padang, menurutnya Pemko Padang sudah melakukan beberapa upaya mencegah penyebaran Covid-19. Mulai dari pemberlakuan PSBB, melahirkan Perwako No. 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Covid-19, dan juga ada Perda No. 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kita juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha yang mulai berlaku pada 9 November mendatang,” ungkapnya.

Jadi, bagi masyarakat yang ingin melakukan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah atau di rumah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jika dilanggar ada sanksi yang akan diberikan. Berbagai upaya-upaya tersebut guna menekan laju penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi di Kota Padang.

Namun, lanjut Hendri, tidak bisa dipungkiri permasalahan Covid-19 masih menjadi momok yang merepotkan dan menakutkan yang harus secepatnya dikendalikan. “Kami mengajak warga untuk bersama-sama mencegah penularan Covid-19 ini. Kita harus lakukan segala upayanya,” imbuhnya.

Hendri juga meminta peran aktif Satgas Covid-19 atau Kongsi Covid-19 yang ada di tingkat RT/RW di Padang. Begitu juga terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakat beserta peraturan pemerintah yang telah dikeluarkan.

“Sekarang kita sudah menjalankan Perda AKB dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Perda ini sangat kuat karena ada sanksi tegas sampai pidana kurungan maksimal selama 2 hari bagi pelanggar protokol kesehatan seperti tak memakai masker,” pungkasnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan