Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Positif Corona Diisukan Beli Sate di Pasar

  • Bagikan
Kadinkes Padangpariaman, Yutiardi Rivai (kiri) dan Wali Nagari Toboh Gadang Timur, Roni Saputra, saat memberikan keterangan terkait pengawasan pasien positif corona berinisial TA. (Foto: Datiak.com)

Padangpariaman | Datiak.com – Masyarakat Kabupaten Padangpariaman, khususnya di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang dan sekitarnya sempat dibuat heboh. Pasalnya, TA, 18, salah seorang warga Nagari Toboh Gadang Timur yang dinyatakan positif corona atau Covid-19, diisukan sempat berbelanja makanan di Pasar Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris beberapa hari lalu.

Rumor tindakan salah seorang positif corona itu langsung dibantah Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Yutiardi Rivai, Camat Sintuk Toboh Gadang, Asyari, dan Wali Nagari Toboh Gadang Timur, Roni Saputra, saat jumpa pers di Kantor Camat Sintuk Toboh Gadang, Jumat (3/4).

Kata Yutiardi, pengawasan TA sudah dilakukan secara ketat selama 24 jam. Baik oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Padangpariaman, camat, nagari, ataupun pihak korong.

“Kita yakin dari cerita bapak kepala sekolah, wali nagari, dan wali korong. Sebenarnya kita bisa pahami seorang anak itu patuh atau tidak dari melihat wajahnya saja. Mudah-mudahan TA ini tidak keluar dari rumah,” ujar Yutiardi yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Padangpariaman.

Terkait adanya pengakuan masyarakat di lingkungan TA yang tidak melihat adanya pengawasan terhadap TA, Yutiardi membandingkannya dengan cara pengawasan mereka yang mungkin tidak diketahui masyarakat.

“Mungkin cara kami mengawasi yang berbeda. Jadi kami bertindak layaknya CCTV (Closed Circuit Television) jarak jauh,” ujarnya mendapat anggukan Camat Sintoga dan Wali Nagari Toboh Gadang Timur.

Untuk itu, menurutnya pemasangan CCTV di rumah TA sejauh ini tidak perlu dilakukan pihaknya, sebagai pengawas agar TA ataupun ibunya dapat dipastikan tidak keluar dari rumahnya.

“Kalau (pemasangan, Red) CCTV mungkin agak susah kita lakukan. Sebab sejauh ini TA ini patuh pada arahan dari kami,” pungkasnya.

Penjelasan Wali Nagari

Sedangkan Wali Nagari Toboh Gadang Timur, Roni Saputra mengatakan, dirinya satu kampung dengan TA tersebut. Yakni di Korong Toboh Tangah Padang. Jadi, ia mengaku sangat mengetahui riwayat TA sejak kecil.

“Teknisnya saya selalu ditanya. Bagaimana keadaan TA itu? Apakah sudah dibawa (ke RSUD, Red) atau belum? Begitu saya selalu ditanya masyarakat lain,” ungkap Roni. “Saya langsung jawab, kalau TA ini penanganannya isolasi di rumah. Tidak ada ke mana-mana,” imbuhnya.

“Kemarin masih keluar pak wali,” ujar Roni mengulang pernyatakan warga yang pernah disampaikan kepadanya. “Siapa yang bilang?” ungkap Roni kepada awak media tentang caranya merespon kabar liar yang disampaikan warganya tersebut.

Untuk itu, Roni meyakinkan masyarakatnya TA tidak akan pernah bisa keluar dari rumahnya selama diisolasi. Selain itu, ia juga berharap masyarakat tidak menyebarkan hoaks, karena bisa berdampak buruk terhadap psikologi TA.

“Wabah ini menyangkut orang banyak. Jadi tidak mungkin nagari, kecamatan, apalagi pemerintah daerah tidak melakukan antisipasi dan penanganan maksimal,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan