Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Positif Corona di Padang Ditargetkan Berkurang Dalam Seminggu

  • Bagikan
Plt Wali Kota Padang Hendri Septa memastikan bahwa pihaknya akan berjuang keras menekan angka positif corona di Padang. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Terkonfirmasi positif corona di Padang terus bertambah. Sehingga, Kota Bengkuang itu kini masuk daftar 12 kota terparah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sehingga, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, meminta Pemko Padang bergerak maksimal menekan lonjakan kasus positif Covid-19 tersebut.

Hal itu diakui oleh Plt Wali Kota Padang Hendri Septa, saat mengikuti Diseminasi Informasi Publik yang diadakan Diskominfo Padang via aplikasi Zoom, Kamis (15/10). “Pak gubernur memang meminta kita melakukan tindakan cepat dalam mengendalikan wabah Covid-19. Jadi, kita tergetkan dalam 2 minggu kasus positif bisa menurun,” ujar Hendri.

Ia menjelaskan, sejak awal Oktober angka positif corona di Padang selalu di atas 100 kasus. Rabu (14/10) saja, tercatat sebanyak 272 kasus, dan Kamis (15/10) 250 kasus. Untuk itu, kini Pemko Padang kembali menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Padang tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan bagi Pelaku Usaha.

BACA JUGA:  Partisipasi Pemilih Tanggung Jawab Siapa?

“Setelah kita melakukan pengamatan dan pengawasan. Maaf saya sampaikan, hampir seluruh rumah yang berada di pesta pernikahan tidak menerapkan protokol kesehatan. Apalagi memakai masker. Air cuci tangan yang disediakan juga bahkan tidak dipakai,” papar Hendri.

Memang, imbuh Hendri, terbirnya surat edaran itu membuatnya ditemui sejumlah perwakilan asosiasi musik, hotel, EO dan yang berkaitan dengan acara atau pesta. Mereka menyeluh dengan adanya surat edaran itu, dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka. Ia pun memberikan pemahaman kepada mereka dengan sebaik mungkin.

“Kita terpaksa melarang adanya pesta perwakinan. Dulu sewaktu kami mengizinkan memulai kegiatan pesta perkawinan, sudah mewanti-wanti agar memperhatian protokol kesehatan. Namun warga abai dan jauh dari penerapan protokol kesehatan,” kata Hendri.

BACA JUGA:  Sumbar Bisa Darurat Narkoba, Penyelupan 100 Paket “Hai” Dicegat

Hendri mengaku, larangan mengadakan pesta perkawinan tersebut sudah didukung oleh Gubernur Sumbar. Bahkan, Gubernur meminta pihaknya menjalankannya dengan maksimal. “Kami mengajak warga Padang ikut mengoptimalkan upaya pencegahan penularan Covid-19. Yakni dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan pakai sabun dan meningkatkan imun tubuh. Semoga dengan upaya ini, kita bisa keluar dari zona merah Covid-19,” pungkas Hendri. (da.)

  • Bagikan