Polsek Muara Siberut Ringkus Komplotan Napi Asimilasi

  • Bagikan
Polsek Muara Siberut berhasil menangkap pencuri sekaligus penyeludup narkoba. Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu'at (dua dari kiri) memberikan keterangan terkait upaya kasus tersebut, Kamis (24/9). (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Tim Polsek Muara Siberut berhasil menggagalkan upaya penyeludupan narkoba jenis ganja, di Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal itu berawal ketika terduga pelaku perampokan berinisial AR (20), diamankan saat turun dari kapal cepat Mentawai Fast, sepulangnya dari Padang, Selasa (22/9).

Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu’at mengatakan, kasus tersebut menyeret tiga orang pria sebagai tersangka. Yakni AR, AAD (34) dan E (19). Kasus itu memang berawal dari laporan salah seorang warga Desa Maileppet yang dicuri tasnya, Jumat (11/9) lalu.

“Dalam tas korban berisi uang sekitar Rp 11 juta. Saat diselidiki, petugas kami di Polsek Muara Siberut mengindikasi atau menduga tersangka AR pelakunya,” ujar AKBP Mu’at kepada awak media, di Mapolres Kepulauan Mentawai, Kamis (24/9).

BACA JUGA:  LBH Fiat Justitia Edukasi Masyarakat Hukum Perdata Adat

Namun, lanjutnya, guna memastikan dugaan tersebut, anggotanya mencari tahu keberadaan AR terlebih dahulu. Informasi pun diperoleh bahwa AR sedang berada di Kota Padang. Ia lalu diintai ketika kembali ke Siberut menggunakan Mentawai Fast, Selasa (22/9).

“Pas kapal bersandar di pelabuhan Muara Siberut sekitar pukul pukul 13:30 WIB, petugas langsung mendekati AR. Ia berhasil diamankan tanpa ada perlawanan,” kata AKBP Mu’at.

Ia turut menjelaskan bahwa AR sebelumnya tercatat sebagai nara pidana (napi) asimilasi, yang mendapat pembebasan bersyarat di masa pandemi Covid-19. Namun, kempatan emas itu tidak dimanfaatkan AR untuk membuat hidupnya lebih bermanfaat.

“Setelah diamankan di pelabuhan, tersangaka AR langsung dibawa petugas ke Mapolsek Muara Siberut untuk diinterogasi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Oknum Pelatih Tenis Meja di Dharmasraya Diringkus Polisi

Di tengah berlangsungnya interogasi, lanjut AKBP Mu’at, tersangka AR dihubungi oleh seorang pria yang menanyakan terkait paket narkoba. Hal itu terungkap lantaran petugas meminta AR mengaktifkan pengeras suara pada handphone-nya. “Jadi, tersangka tidak bisa lagi mengelak ketika ditanyakan oleh petugas,” katanya.

Akhirnya, tambah AKBP Mu’at, AR mengaku bahwa dirinya memang membawa ganja dari Padang. Namun, barang haram itu dititipkannya kepada rekannya yang berinisial E, sebelum dirinya diamankan oleh petugas. “E ini juga satu kapal dengan AR dari Padang,” ungkapnya.

Mendapat informasi itu, anggotanya langsung mendatangi kediaman E di Dusun Sakkelo, Desa Muara Siberut. Pemuda yang masih berstatus pelajar SMP tersebut, berhasil diamankan beserta barang bukti berupa ganja kering. “Petugas pun langsung mengintrograsi tersangka E ini. Hasilnya, terungkap lagi satu nama, yaitu AAD,” katanya.

BACA JUGA:  Gagak Hitam Padangpariaman Tangkap "Kolor Ijo" di Batam

Berdasarkan penjelasan E, lanjutnya, AAD sudah mengambil satu paket ganja dan sabu-sabu, ketika dirinya sampai di rumahnya. “Tidak butuh waktu lama, anggota kita juga berhasil mengamankan AAD. Ia mengakui memang mengambil ganja dan sabu-sabu dari E,” ungkap kapolres.

Untuk memastikan itu, petugas meminta AAD menunjukan keberadaan narkoba tersebut. AAD pun membawa polisi ke rumahnya. Sehingga, petugas berhasil mengamakan barang-barang yang merusak generasi bangsa tersebut. Yakni berupa ganja dengan berat 1 kilogram lebih.

Atas tindakan tersebut, para tersangka terancam dijerat Pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama seumur hidup. (da.)

  • Bagikan