Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Polisi Gadungan Tipu Petani Hingga Rugi Jutaan Rupiah

  • Bagikan
YB saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Solsel, Rabu (17/6). (Foto: Istimewa)

Solok Selatan – YB diringkus petugas Satreskrim Polres Solok Selatan, Selasa sore (16/6). Pasalnya, pria berusia 35 tahun itu, mengaku sebagai seorang anggota polisi berpangkat Aipda. Ia pun berhasil menipu salah seorang petani, Nurdainiyen (58 tahun), yang tinggal di Jorong Tanjung Harapan, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.

Tindak penipuan itu dilakukan YB dengan cara menjual dua unit sepeda motor merk RX King kepada Nurdainiyen seharga Rp 7,7 juta. Korban tidak curiga, lantaran pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi, mengatakan kendaraan itu dari hasil lelang sitaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Solsel.

Korban pun menyepakati membeli motor bakar dua langkah yang dijanjikan pelaku dengan cara membayar tiga kali angsuran. Namun, setelah korban melunasi via transfer rekening, sepeda motor yang dijanjikan YB tak kunjung diantar. Korban tentu langsung curiga, terlebih YB kerap mematikan handphone-nya.

“Awal kejadian itu, tersangka mendatangi rumah korban. Saat itu hanya ada suami korban (Harmaini). Kepada bapak Harmaini tersebut, tersangka mengaku anggota polsek yang ingin menawarkan kendaraan kepada Nurdainiyen,” ujar Kapolres Solsel, AKBP Tedy Purnanto, Rabu (17/6).

Mendapat kabar tersebut, Harmaini langsung menghubungi Nurdainiyen yang kala itu berada di sawah. Setelah Nurdainiyen sampai di rumah, korban mulai merancang komunikasi bohong tentang kendaraan hasil lelang Kejari Solsel yang akan dijualnya dengan harga murah.

“Kejadiannya Mei lalu. Awalnya kedua korban ini tidak begitu percaya. Namun tersangka terus berusaha meyakinkannya dengan membuat surat jual beli di atas materai 6.000,” ujar AKBP Tedy. “Kesepakatan jual beli motor antara tersangka dan korban seharga Rp 7,7 juta,” imbuhnya.

Setelah melakukan dua kali pembayaran secara non tunai, tambah AKBP Tedy, tersisalah kekurangan pembayaran dari kesepakatan jual beli sebanyak Rp 1 juta. Kekurangan itu diminta oleh YD diantarkan korbannya ke Kejari Solsel.

“Yang pergi mengantarkan ke Kejari itu keponakan korban. Tersangka memang ada di sana, tetapi ia di samping kantor Kejari,” ujarnya. ” Ini strategi tersangka mengelabui korban. Tersangka ini kan memang residivis kasus penipuan,” tambahnya.

Korban Mulai Curiga

Korban mulai yakin telah ditipu, karena kedua unit sepeda motor yang dijanjikan tidak kunjung diantarkan setelah dua minggu usai pembayaran dilunasi. “Saat itu korban menghubungi tersangka. Alasannya surat-surat motor masih dalam pengurusan,” ucapnya.

Namun beberapa hari berselang, handphone YB lagi aktif saat dihubungi korban. Sehingga, korban langsung melaporkan kejadian itu kepada pihaknya pada Kamis 11 Juni 2020.

“Tersangsa berhasil kami tangkap saat bertamu ke rumah penduduk di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan