PMII Sumbar Minta Pemerintah Evaluasi PLN

  • Bagikan
Ketum PKC PMII Sumbar, Rodi Indra Saputra, membahas soal kinerja PLN dalam melayani masyarakat di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat (Sumbar), Rodi Indra Saputra, angkat bicara soal melonjaknya tagihan listrik. Hal itu setelah rekan-rekannya di PMII Sumbar banyak mendapat laporan dari masyarakat.

“Masalah melonjaknya tagihan listri ini kami lihat sudah banyak diungkapkan warga di media sosial. Kami juga mendapatkan laporan langsung dari masyarakat. Intinya, masyarakat merasa terbebani dengan tingginya biaya listrik yang mereka bayar,” ujar Rodi via WhatsApp pribadinya, Kamis (11/6).

Mendapat informasi itu, pihaknya pun melakukan pengumpulan fakta lapangan. Ternyata laporan itu benar. Bahkan, ada warga yang tagihan listriknya naik lebih 100 persen. “Kami sudah meminta warga melapor, tetapi pihak PLN memberi berbagai alasan kepada mereka,” ungkap Rodi.

Rodi juga pernah membaca alasan tak masuk akal dari pihak PLN yang dimuat di media. Yakni karena selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penggunaan listrik masyarakat melonjak. Sedangkan pembayaran tagihan disesuaikan dengan bulan sebelum PSBB.

Menurutnya petugas PLN yang tidak ke lapangan selama PSBB. Hasilnya, ternyata terdapat kelebihan daya yang dipakai masyarakat. Sehingga, kekurangan biayanya dibebankan ke bulan berikutnya. “Kalau naiknya beberapa persen, bisa saja diterima masyarakat. Tapi ini naiknya sampai melewati 100 persen,” kata Ketum PMII Sumbar yang kini kuliah di pasca UNP itu.

Rodi turut menyotor pemberian listri gratis kepada masyarakat selama pandemi Covid-19. Sebab hanya diberlakukan untuk daya 450 watt saja. Padahal, tidak semua masyarakat pengguna daya 900 watt ke atas adalah keluarga kaya.

“Kami perhatikan listrik yang terpasang di rumah masyarakat itu tergantung tahun mereka masuk. Kalau mereka masuak 20 tahun yang lalu, mungkin saja daya mereka 450. Tapi kalau pelanggan beberapa tahun belakangan sudah pasti pakai daya 900 ke atas,” hematnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah mengevaluasi kinerja petinggi PLN, sebelum permasalahan itu berlarut. Terlebih kondisi perekonomian masyarakat kini mengalami kemerosotan karena Covid-19. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Ekonomi masyarakat melemah, sedangkan tagihan listriknya semakin mahal,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan